Rata-rata dari pengungsi yang didera sakit sudah berusia lanjut. "Sejak tadi malam, badan saya demam, bersin-bersin dan kepala pusing-pusing," kata Badriah (45), seorang pengungsi warga Dusun Jemblung, Senin (15/12/2014).
Badriah sudah tiga hari ini sakit. Ia memikirkan belasan keluarganya yang menjadi korban dan sebagian belum ditemukan. "Pikiran saya tidak fokus sehingga saya sering telat makan. Mungkin ini penyebab sakit saya ini," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Reza Rahardian dari PKU Muhammadiyah telah mengecek kesehatan para pengungsi di posko pengungsian di Desa Ambal, Kecamatan Sampang.
Menurut dia, lebih dari 50 orang pengungsi memeriksakan kesehatanya. "Rata-rata mereka mengeluhkan sakit flu, batuk dan pusing-pusing. Selain itu, untuk pengungsi yang berusia lanjut tensinya tinggi. Kebanyakan darah tinggi ISPA, beberapa ada diare, kebanyakan bapak-bapak dan ibu-ibu. Kalau anak-anak rata-rata demam dan diare," kata Reza.
Dia juga mengungkapkan bahwa persediaan obat untuk sejumlah penyakit-penyakit itu masih cukup. Kebanyakan pasokan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas.
Seorang petugas PMI yang berjaga di posko tersebut menambahkan para pengungsi saat ini membutuhkan bantuan pakaian dalam karena hingga saat ini belum ada bantuan pakaian dalam yang didapatkan.
(arb/aan)











































