Theo datang dengan hanya ditemani seorang asistennya, tanpa didampingi petinggi Golkar lainnya. Dari pantauan detikcom, dia hadir sekitar pukul 15.25 WIB dengan mobil Mercy hitam bernopol B 1146 RFS.
"Ya, enggak papa. Ini kantor saya juga," kata Theo menjawab pertanyaan wartawan di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (15/12/2014).
Dia mengaku setuju dengan usulan islah untuk menyelesaikan polemik di Partai Golkar. Menurutnya, sudah seharusnya upaya mediasi dilakukan termasuk oleh para senior Golkar seperti BJ Habibie.
"Ya bagus lah, semua pendekatan dilakukan. Ya itu kan senior-senior Golkar semua. Baiklah saya rasa," sebutnya.
Lantas, apakah sebaiknya waktu islah sebelum atau pasca putusan Kemenkumham? Dia pun menjawab diplomatis.
"Ya, kan semua ada proses, proses pemerintah, ada proses otoritas hukum, dan ada proses baik semua. Biar demokrasi," kata Theo.
Kantor DPP Partai Golongan Karya sudah dua pekan ini 'dikuasai' oleh kubu Agung Laksono. Sejak pekan lalu Agung Cs telah berulang kali menggelar rapat di kantor DPP. Mulai dari rapat pembentukan pimpinan fraksi baru di DPR, hingga penyusunan pengurus Dewan Pertimbangan Partai.
(erd/try)











































