Dankor: 2 Brimob Tewas Kena Granat Bukan Karena Stres

Dankor: 2 Brimob Tewas Kena Granat Bukan Karena Stres

- detikNews
Senin, 24 Jan 2005 12:34 WIB
Jakarta - Komandan Korps (Dankor) Brimob Irjen Pol SY Wenas menegaskan, ledakan granat yang menewaskan 2 anggotanya adalah murni kecelakaan. Dia menyangkal korban menderita stres sepulang dari Aceh.Wenas menyatakan hal itu saat dicegat wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (24/1/2005). Wenas menyatakan, kedua korban bernama Nimrot Batubara dan Amri Turnip. Kapolres Depok AKBP Raja Erizman sebelumnya menyebut nama belakang Nimrot adalah Munir.Dijelaskan oleh Wenas, peristiwa itu terjadi di kos-kosan korban yang juga dihuni oleh anggota Brimib lainnya bernama Lembong. Lembong telah diperiksa oleh polisi.Berdasar pengakuan Lembong diketahui bahwa tadi malam Nimrot sempat bercerita kepada Lembong bahwa dia menemukan granat. Lembong lalu menyarankan agar granat itu langsung diserahkan ke markas. Tapi Nimrot menolak menyerahkan saat itu juga karena hari sudah malam. Nimrot merencanakan menyerahkan esok hari (Senin ini).Sayangnya, Nimrot tidak bicara di mana dia menemukan granat manggis buatan Korea itu. Jadi, informasi tentang itu masih gelap hingga kini.Menurut Wenas, granat meledak pukul 05.45 WIB tadi pagi. Lembong selamat dari bencana karena sedang berolahraga di luar rumah."Tadi pagi sudah dilakukan penyelidikan. Tapi menurut saya ini adalah kecelakaan, karena dia (Nimrot) sudah memberitahu temannya bahwa dia ingin menyerahkan (granat). Tapi mungkin jatuh atau kesenggol sehingga meledak dan jatuh korban mereka berdua," kata Wenas didampngi Kabid Humas Irjen Paiman.Wenas mengakui korban baru pulang dari Aceh lebih sebulan lalu. Tapi granat itu bukan ditemukan di Aceh.Dijelaskan, sesuai prosedur, jika ditemukan sebuah granat, harus dilaporkan dan disimpan di tempat penyimpanan. Anggota tidak boleh menyimpan granat."Sampai sekarang belum sempat diketahui di mana granat itu ditemukan. Pulang jalan-jalan dia hanya cerita kalau nemu granat. Lembong bilang harus segera dibawa (ke markas). Tapi (hari) sudah gelap," jelas Wenas.Ditanya kemungkinan kedua korban stres sepulang dari Aceh, Wenas membantah. "Kondisi keduanya normal. Tidak ada gangguan kejiwaan. Setiap anggota yang baru pulang bertugas, dilakukan pemeriksaan kesehatan. Bagi mereka yang ada masalah, misalnya masuk kategori K1 atau K2 (K = kurang), akan mendapat perawaan khusus di RS Kramat Jati dan tidak boleh membawa senjata api," urai Wenas.Wenas juga menyangkal ketika meledak, granat itu sedang dimainkan oleh anggotanya. "Pada pukul 05.45 WIB, bagaimana mereka main-main? Mungkin sedang pegang, jatuh dan meledak," demikian Wenas. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads