Badan Otorita Khusus untuk Aceh Beroperasi 26 Maret
Senin, 24 Jan 2005 11:55 WIB
Jakarta -
Badan Otorita Khusus (BOK) untuk Aceh mulai beroperasi 26 Maret 2005. Badan ini akan mengambil alih tugas-tugas Bakornas bagi penanganan lanjutan, yakni tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.Demikian disampaikan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra usai pertemuan SBY dengan para Menko di kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2005)Turut hadir, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menko Kesra Alwi Shihab, Menko Polhukkam Widodo AS dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi."Draf tentang Badan Otorita Khusus untuk Aceh sudah diselesaikan Bappenas dan sekarang ada di tangan saya untuk dikaji dari sisi legal dan pemerintahan. Mudah-mudahan draf finalnya sudah bisa diserahkan kepada presiden besok," kata Yusril.Dijelaskan dia, konsentarsi dari sekretaris negara dalam penyiapan BOK adalah hubungan dengan otonomi khusus dan posisi Pemda agar keberadaan BOK tidak bertabrakan dengan kewenangan institusi lainnya yang sudah ada.Selain itu, agar tidak terjadi tumpang tindih tugas dengan Bappenas dalam merancang pembangunan daerah serta keterlibatan tokoh-tokoh Aceh dan peran Universitas Syah Kuala dalam membuat rumusan pembangunan.MalaysiaDalam kesempatan yang sama, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra mengatakan Presiden SBY telah menginstruksikan Mensesneg dan Menteri PU Joko Kirmanto untuk bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi.Menurut Yusril, Malaysia dianggap mempunyai pengalaman dalam hal melakukan pembangunan fisik kota dan menyusun rencana tata ruang yang mengakomodir nilai-nilai budaya lokal dan Islam. Konsep itu nanti akan diterapkan pemerintah Indonesia dalam rekonstruksi Aceh.
(aan/)










































