Banjir Masih Semeter, Warga Cabangbungin Bekasi Santai Saja

Banjir Masih Semeter, Warga Cabangbungin Bekasi Santai Saja

- detikNews
Senin, 24 Jan 2005 10:43 WIB
Bekasi - Kebanjiran adalah hal biasa bagi warga Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kebanjiran semeter juga tidak jadi masalah."Kalau dua meteran, baru ngungsi,"kata Bambang, petugas Pos Keadilan Umat, yang berpartisipasi membantu korban banjir di wilayah tersebut, saat dikunjungi detikcom, Senin (24/1/2005) pagi.Sebelumnya banjir di kawasan tersebut mencapai 2 meter. Pada Minggu kemarin warga juga sudah mulai bersih-bersih karena air dinilai telah susut.Di Cabangbungin, yang kebanjiran hingga semeter adalah Desa Pantai Harapan Jaya. Banjir serupa juga menenggelamkan Desa Renggahsari di Kecamatan Muara Gembong. Banjir itu muncul sejak Rabu silam (19/1/2005). "Banjir di sini datang setiap musim hujan. Baru surut kalau musim hujan sudah habis," jelas Bambang. Banjir langganan itu muncul karena pendangkalan di Sungai Ciherang.Di musim banjir, warga setempat ganti profesi menjadi penjala ikan. Jika banjir kering, mereka kembali lagi ke profesi asalnya sebagai petani. "Soalnya kalau banjir, sawah juga jadi korban," alasan Bambang.Kedua desa yang kebanjiran itu dihuni 600 kepala keluarga (KK). Karena banjir menjadi langganan, mereka pun mengantisipasi dengan membangun rumah dengan struktur bangunan tertentu. Rumah dibangun seperti bale-bale. Bila banjir, aktivitas sehari-hari dipusatkan di bagian atas rumah. Di situ mereka memasak, tidur, dll. Jadi, kalau mereka kebanjiran 'cuma' semeter, mereka masih bisa bertahan di atas rumah.Sementara, transportasi sehari-hari jika banjir datang adalah perahu tradisional. Setiap KK punya perahu seperti itu.Daerah ini boleh dibilang agak pelosok. Jalanan masih belum diaspal, tidak ada angkutan umum dan ojek sering menolak mengantar ke kawasan tersebut. "Yang dibutuhkan warga sekarang adalah sembako," demikian Bambang. Sementara, hujan deras saat berita ini diturunkan masih mengguyur Cabangbungin. (nrl/)


Berita Terkait