BPPT: Hujan Diprediksi Guyur Banjarnegara 10 Hari ke Depan

Longsor di Banjarnegara

BPPT: Hujan Diprediksi Guyur Banjarnegara 10 Hari ke Depan

- detikNews
Sabtu, 13 Des 2014 22:52 WIB
BPPT: Hujan Diprediksi Guyur Banjarnegara 10 Hari ke Depan
Foto: BPPT Jakarta
Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memprediksi ‎soal potensi curah hujan di wilayah yang kini terkena bencana tanah longsor, yakni Banjarnegara, Jawa Tengah. BPPT memprediksi curah hujan masih cukup tinggi selama kurun waktu sepekan lebih.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada guna menghindari kemungkinan bahaya yang bisa ditimbulkan akibat hujan ini.

"Berdasarkan prediksi, potensi hujan di wilayah Banjarnegara selama 10 hari ke depan masih cukup tinggi. Untuk itu diharapkan, warga untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan lebat yang mungkin akan mengakibatkan longsor, terutama warga yang tinggal di daerah tebing-tebing," tutur Peneliti Bidang Hidrologi dan Lingkungan BPPT Jakarta, Sutrisno, dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (13/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sutrisno menuturkan, wilayah Banjarnegara hampir setiap hari diguyur hujang ringan hingga lebat mulai dari pertengahan November hingga 11 Desember 2014. Air hujan ini akan jatuh ke permukaan tanah sedemikian rupa sehingga bisa berakibat tanah longsor, seperti yang terjadi di Desa Sampang, Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Air hujan ini sebagian akan mengalami infiltrasi dan sebagian akan menjadi aliran permukaan. Infiltrasi yang terlalu tinggi dan aliran permukaan yang tidak tertata dengan baik dan dalam kondisi topografi/ tekstur tanah tertentu akan mudah mengakibatkan longsor," kata Sutrisno.

BPPT mencatat, curah hujan di Banjarnegara mulai kentara naik sejak 5 Desember. Pada 25 November, curah hujan hampir mencapai 90 milimeter. Pada 11 Desem‎ber, curah hujan mencapai 70 milimeter.

Pada pertengahan Desember ini, curah hujan diprediksi berada di kisaran 15‎ milimeter hingga lebih dari 35 milimeter. Hujan seperti ini bakal terus terjadi hingga akhir Desember.



(dnu/kha)


Berita Terkait