Penderitaan Een Sukaesih (51) sungguh luar biasa. Hampir 30 tahun tangan dan kakinya lumpuh. Bahkan ukurannya mengecil dan menekuk. Untuk mandi pun, hanya bisa ia lakukan satu bulan sekali. Dibantu orang lain pula.
Namun dalam kondisi begitu, ia masih bisa berbagi. Menjadi guru bagi ratusan anak di rumahnya di Dusun Batukarut, Desa Cibeureum Wetan, Kec Cimalaka.
"Ua (panggilan Een oleh kerabat dan muridnya) mandinya sebulan sekali. Kita gotong ke kamar mandi. Tapi sekalinya mandi lama, bisa sampai lima jam," ujar Nining (47), kerabat yang selama ini merawat Een, Sabtu (13/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mandi dan mengelapnya harus hati-hati, karena Een merasa kesakitan kalau keras sedikit.
"Mungkin karena itu juga hatinya begitu lembut. Ia tidak pernah marah ataupun mengeluh dengan kondisinya," ujarnya.
Bahkan Een sangat berjiwa sosial. Ia selalu berbagi apa pun yang ia miliki dengan orang lain.
"Anak didiknya kan ratusan, tapi kalau satu jajan, semua juga jajan. Ua tidak pernah membeda-bedakan. Makanya anak-anak semua dekat," ujar Nining.
Tak heran pula, saat pemakamannya tadi pagi. Anak-anak sekolah dasar menangis saat jenazah guru mereka tercinta dimakamkan.
Een meninggal pada Jumat sore, kemarin, di RSUD Sumedang.
(ern/kha)











































