KSAD Minta Prajurit TNI Bekerja Profesional Membangun Aceh
Senin, 24 Jan 2005 09:49 WIB
Aceh Besar - Kepala Staf TNI AD Jenderal Ryamizard Ryacudu meminta prajurit TNI AD menegakkan disiplin militer di Aceh pasca gempa dan tsunami. KSAD juga meminta prajuritnya untuk bekerja secara profesional dalam membangun Aceh.Permintaan ini disampaikan KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu saat memimpin apel besar di Stadion Harapan Bangsa, Aceh Besar, Senin (24/1/2005). Apel ini diikuti oleh 2.000 personel TNI dari Kodam Iskandar Muda dan BKO."Satu dua minggu kita boleh bersedih. Tapi setelah tiga minggu kita tidak boleh bersedih lagi. Kita harus membangun Aceh. Disiplin kalian jangan kendor. Aturan dasar militer harus ditegakkan. Saya tidak mau prajurit TNI AD tidak mematuhi aturan dan disiplin," tegas KSAD.KSAD juga menyampaikan penghargaannya kepada prajurit TNI yang kehilangan anggota keluarganya dalam bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004 lalu tapi tetap bekerja. "Saya salut kepada prajurit yang hilang anak dan cucunya tetapi tetap bekerja."Dijelaskan KSAD, saat ini di Aceh memang banyak tentara asing dengan berbagai pesawat dan kapal yang canggih. "Tetapi mereka datang dengan rasa keprihatinan. "Justru kita harus lebih prihatin dari mereka," ujar KSAD.Lalu dilanjutkan KSAD, "Kita memang tidak memiliki kapal dan helikopter yang canggih. Tapi kita harus buktikan bahwa kita bekerja. Orang lain lomba-lomba kerja, kita juga harus lomba-lomba kerja secara profesional. Masa kita sudah tidak punya, malah tidak kerja lagi. Itu sampah namanya."
(gtp/)











































