Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan DKI, Agus Bambang Setyowidodo menyatakan jumlah kamera 'mata-mata' di DKI ternyata masih sangat kurang.
“Kalau yang sekarang ada sudah sekitar 1.500 unit, tapi yang sudah terintegrasi sama kita baru sekitar 150 unit,” kata Bambang saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (13/12/2014).
Menurutnya dari jumlah itu baru sedikit yang terintegrasi. Pasalnya selama ini pemasangan dan pengelolaannya dilakukan oleh dinas yang berbeda-beda. Akibatnya respon yang diberikan pun tidak bisa secara cepat.
“Dari segi jumlah itu masih jauh, kalau kota besar kayak Jakarta perlu puluhan ribu (cctv),” tuturnya.
Sebelumnya, Ahok berjanji mulai tahun depan akan menambah CCTV di DKI untuk meminimalisir kejahatan jalanan. CCTV itu nantinya akan terintegrasi di Diskominfomas agar peristiwa yang terjadi di lapangan mudah dipantau dan direspon cepat.
“Kita mau pasang CCTV sama polisi juga,” kata Ahok, Kamis (11/12).
Kejahatan di jalanan ibu kota semakin marak saja. Andrea Salma (39), meninggal setelah terjatuh dari motor karena mempertahankan tasnya dari penjambret. Dia sempat koma beberapa hari. Selain itu ada juga Andrea, pelajar SMK jadi korban penodongan di Metromini. Dia menderita 2 luka tusuk dan kini masih kritis.
(ros/fjr)











































