Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya versi Munas Ancol, Jakarta hari ini selesai menyusun Dewan Pertimbangan. Sejumlah tokoh senior masuk dalam kepengurusan DPP Golkar kubu Agung Laksono. Siswono Yudho Husodo diangkat sebagai Ketua Wantim.
Sementara untuk Wakil Ketua Dewan Pertimbangan ada Andi Mattalatta dan Fahmi Idris. Posisi Sekretaris Wantim dijabat oleh Paskah Suzetta. Tokoh senior Golkar lainnya yang ada di Dewan Pertimbangan antara lain; Abdul Latief, Tanri Abeng, dan Aksa Mahmud.
Rencananya Senin (15/12/2014) pekan depan daftar kepengurusan DPP Golkar kubu Agung yang baru akan dilaporkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Susunan kepengurusan ini dilaporkan untuk kelengkapan administrasi. Senin (9/12/2014) lalu kubu Agung sudah mendaftarkan susunan kepengurusan hasil Munas di Ancol.
"Akan kami sampaikan ke Kemenkum HAM paling lambat hari Senin, karena diberi waktu seminggu waktu kerja, sampai Selasa. Sehingga bukan hari ini, karena hari ini kami menyelesaikan di internal dulu," kata Agung Laksono dalam konferensi pers di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (12/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung menyampaikan hasil kepengurusan kepada publik bersama Sekretaris Jenderal Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum Priyo Budi Santoso, Yorrys Raweyai, dan Ketua Mahkamah Partai Lawrence Siburian.
Jumlah 251 orang pengurus tadi ditentukan oleh tim formatur yang diketuai Agung Laksono. Di dalamnya termasuk 25 Ketua Bidang-bidang yang mengurusi berbagai macam ranah kerja.
"Sudah 30 persen kaum perempuan masuk di dalamnya, yakni 76 orang, sisanya laki-laki 175 orang. Totoal jadi 251 orang," tutur Agung.
Selain memenuhi ketentuan persyaratan Undang-undang Partai Politik berupa 30 persen keterwakilan perempuan, kepengurusan ini juga memuat 70 persen generasi muda.
"Unsur generasi muda di bawah 50 tahun, umur 30-an dan 40-an menjadi mayortas, lebih 70 persen lebih kaum generasi muda," ujar Agung.
(dnu/erd)











































