"Dia (PT Bali Towerindo Sentra) mau ngasih 4.000 CCTV," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) usai menerima paparan dari PT Bali Towerindo di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/12/2014).
Namun Ahok meminta PT Bali Towerindo untuk memasang 500 unit CCTV terlebih dahulu pada awal tahun depan. Totalnya selama 2015 akan dipasang dulu sebanyak 2.500 unit CCTV di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemprov DKI Jakarta juga meminta PT Bali Towerindo merawat CCTV yang dipasang. Sebab menurut Ahok, jika perawatan diserahkan ke Pemprov DKI, ia khawatir CCTV itu cepat rusak dan tidak terkontrol.
"Anda kasih ke kita, saya pusing ngerawatnya. Ini barang tetap punya Anda. Kan kita enggak mau kredit bank," ujar Ahok.
Menurut Ahok, hal tersebut juga akan menguntungkan pihak CSR. Sebab dengan demikian, aset CCTV masih merupakan milik pihak CSR. Perawatan sepenuhnya dilakukan oleh pihak CSR selama CCTV tersebut masih terpasang.
"Dan ini mesti multi-use istilahnya. Semua masyarakat DKI bisa akses yang mudah karena kita mau buka," ujarnya.
CCTV ini nantinya akan terintegrasi dengan kepolisian, sehingga penanganan masalah kejahatan juga akan lebih mudah. Selama ini, kata Ahok, monitoring CCTV yang tersebar di wilayah DKI Jakarta dilakukan di wilayah masing-masing.
Pemprov DKI Jakarta juga akan meluncurkan website smartcity.jakarta.org. Monitoring CCTV juga akan ditampillkan dalam situs tersebut, sehingga dapat diakses langsung oleh masyarakat.
(kff/rmd)










































