Lika Liku Polisi Menangkap Trisno Cs Pelaku Perampokan Penumpang Taksi

Lika Liku Polisi Menangkap Trisno Cs Pelaku Perampokan Penumpang Taksi

- detikNews
Jumat, 12 Des 2014 15:35 WIB
Lika Liku Polisi Menangkap Trisno Cs Pelaku Perampokan Penumpang Taksi
Jakarta - Komplotan perampok di dalam Taksi Express yang beraksi di kawasan SCBD dan Kuningan, Jaksel, beberapa waktu terakhir, tertangkap setelah 5 hari berselang. Satu dari 3 pelaku yang ditangkap, belakangan diketahui adalah Sutrisno alias Trisno (41), sopir Taksi Blue Bird.

Penangkapan Sutrisno Cs ini memang tidak mudah. Awalnya, ketika rentetan kejahatan di dalam taksi terjadi, polisi mengira pelaku yang bermain adalah pemain lama. Namun setelah diselidiki, ternyata tidak ada keterlibatan pemain lama sama sekali dalam 4 kejadian perampokan tersebut.

Lalu bagaimana polisi bisa menangkap komplotan yang ternyata adalah pemain baru semua?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu waktu dan kerja keras bagi anggota kami untuk mengungkap semua ini," ungkap Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan saat berbincang dengan detikcom, Jumat (12/12/2014).

Herry mengatakan, pihaknya juga telah menelusuri kemungkinan pelaku lama dengan membuka file pelaku kejahatan perampokan di dalam taksi yang pernah beraksi di tahun-tahun sebelumnya. Untuk diketahui Herry Heryawan sendiri pernah mengungkap perampokan di dalam taksi saat menjabat sebagai Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya tahun 2013 lalu.

"Kita buka file lama, termasuk kita datangi Lapas dan interogasi pelaku perampokan dalam taksi yang pernah tertangkap, apa ada kelompoknya yang main, ternyata tidak ada ke arah situ. Sehingga kami simpulkan ini adalah pemain baru semua," imbuhnya.

Setelah bermunculan laporan mengenai perampokan, Tim Tindak Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Herry Heryawan langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan saksi korban dan saksi lain, serta petunjuk yang ada, tim akhirnya menemukan titik terang.

"Berdasarkan rekaman CCTV di minimarket tempat di mana pelaku mengambil uang di Cikunir, kita telusuri pelakunya dan akhirnya diketahui identitasnya bernama Edwar," jelasnya.

Edwar pun ditangkap di sebuah gedung tua di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12) malam lalu. Lucunya, ketika hendak menangkap pelaku, Edwar justru mendatangi polisi.

"Saat anggota mencari pelaku dengan menanyai sejumlah warga di situ, dia tiba-tiba datang nyamperin. Setelah diamati, dia mirip dengan orang yang kita cari, 'kamu Edwar ya', dia bilang 'iya pak'. Langsung kita amankan Edwar saat itu juga," paparnya.

Berdasarkan keterangan Edwar ini, akhirnya tim bisa mengetahui pelaku lainnya. Menurut pengakuan Edwar, ia diajak oleh tersangka Sutrisno, yang merupakan sopir taksi.

"Edwar tahunya dia (Sutrisno) itu sopir Taksi Express, sebab waktu main ke kosan Sutrisno, dia lihat Sutrisno bawa taksi Express. Kita datangi kosan Trisno dan ternyata dia tidak ada di sana. Dan menurut tetangganya, Trisno bekerja sebagai sopir Blue Bird," kata Herry.

Penyelidikan terus dilanjutkan terhadap Edwar, hingga akhirnya diketahui jika Sutrisno mengambil handphone milik salah satu korban. Tim kemudian melacak Sutrisno, hingga akhirnya menemukan posisi Trisno di kawasan Sektor 2, Bintaro, Jaksel.

"Saat kita sergap, ternyata dia sedang menarik penumpang menggunakan Taksi Blue Bird," cetusnya.

Kepada penyidik, Sutrisno mengaku sebagai sopir batangan Taksi Blue Bird. Namun ia membantah, jika aksinya itu dilatarbelakangi motif persaingan bisnis.

"Menurut keterangan tersangka, itu murni perbuatan dia, karena dia terdesak kebutuhan ekonomi," tuturnya.

Setelah menangkap Sutrisno, tim kembali menelusuri pelaku lainnya. Dari mulut Sutrisno, diketahui pelaku lainnya bernama Jambi yang sampai saat ini masih DPO. Jambi berperan sebagai orang yang dijempu Sutrisno setelah ia dan Edwar menguasai korban.

Sutrisno juga mengakui, ada keterlibatan pelaku lainnya yakni Agus Supriyanto yang juga merupakan sopir taksi. Agus memiliki hubungan saudara dengan Sutrisno. Agus ditangkap di rumahnya di Citayam, Depok, pada Senin (8/12) malam.

"Peran Agus sama dengan Edwar yaitu bersembunyi di dalam bagasi. Hanya saja, Agus cuma ikut satu kali yaitu di TKP SCBD yang korban terakhir, tanggal 1 Desember itu," tuturnya.

Dari para tersangka ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya Macintosh milik korban RP (31) yang dirampok di kawasan SCBD, Jaksel, tanggal 1 Desember 2014 lalu. Tidak hanya itu, barang bukti lain seperti handphone Samsung milik korban lain, juga ada pada tersangka Sutrisno, yang semakin menguatkan bahwa dia lah pelakunya.

Barang bukti lain seperti kalung emas milik korban RP, sudah dijual oleh tersangka Sutrisno ke sebuah lapak jual-beli emas di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Barang bukti ini masih dicari.

Sedangkan barang bukti utama, taksi Express yang digunakan untuk merampok, belum ditemukan. Sebab, taksi tersebut diambil oleh sekelompok orang pria yang mengenakan seragam safari.

"Untuk taksi Express masih kami cari, anggota masih di lapangan," pungkasnya.

(mei/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads