Berikut perubahan JPO depan Stasiun Tanjung Barat:
1. Didirikan Akhir 2013
|
(Foto: Indah Mutiara Kami/detikcom)
|
Sejak akhir 2013 hingga Februari 2014, JPO di depan Stasiun Tanjung Barat itu dalam kondisi terbengkalai karena tidak tanpa atap. Apa yang menjadi penyebab proyek ini macet?
Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (19/2/2014), di bawah JPO terdapat sebuah bangunan tripleks atau bedeng dengan plang bertuliskan 'Dinas Perhubungan DKI Jakarta' di depannya. Tak ada seorang pun di dalam bedeng tersebut.
Pada plang tersebut tertulis kegiatan "Pelaksanaan Pembangunan JPO Stasiun Tanjung Barat Jakarta Selatan (Lanjutan)" dan perusahaan yang mengerjakan adalah PT Rama Utama Krisna. Menurut para pedagang di sekitar JPO, pengerjaan tersebut macet sejak akhir tahun 2013.
2. Lama Mangkrak Tak Berkanopi
|
(Foto: Indah Mutiara Kami/detikcom)
|
Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (19/2/2014), ada dua JPO di depan Stasiun Tanjung barat yaitu yang mengarah ke Pasar Minggu dan mengarah ke Depok. Kondisi kedua JPO saat itu sama yaitu tidak memiliki atap penutup. Tangga jembatan ditutup oleh tripleks sehingga tidak bisa dilalui. JPO yang melintang di Jl Raya Lenteng Agung kondisinya memprihatinkan. Ada anak tangga yang lepas dan memunculkan lubang menganga di tengah-tengah jembatan.
Sementara itu, di JPO yang melintang di Jl Tanjung Barat justru sudah 'dihiasi' oleh semprotan piloks. Coretan berwarna merah itu terlihat jelas dari arah Pasar Minggu.
3. JPO ke Arah Depok Dikanopi dan Dipagar
|
(Foto: Nograhany WK/detikcom)
|
Pantauan detikcom, Selasa (30/9/2014), di depan Stasiun Tanjung Barat arah Depok, ada pagar jeruji bercat putih yang menghubungkan JPO dan pintu keluar stasiun. Pagar ini membuat arus orang yang hendak keluar stasiun, mau tidak mau, harus melalui JPO untuk keluar-masuk. Orang kini tak bisa lagi menyeberang.
4. JPO ke Arah Pasar Minggu Masih Mangkrak
|
(Foto: Nograhany WK/detikcom)
|
5. Akses JPO bagian ke Arah Pasar Minggu Jorok
|
(Foto: Nograhany WK/detikcom)
|
6. Lalin ke Pasar Minggu Macet
|
(Foto: Nograhany WK/detikcom)
|
7. JPO Dikanopi Pedestrian Enggan Lewat
|
(Foto: Nograhany WK/detikcom)
|
Meski demikian, para pedestrian masih banyak yang enggan menggunakan JPO itu. Mereka lebih suka menyeberang dari Stasiun Tanjung Barat langsung melalui ruas jalan menuju halte di seberangnya.
8. JPO Dipagar dan Akses Diperbaiki
|
(Foto: Nograhany WK/detikcom)
|
Keluar dari Stasiun Tanjung Barat itu, para pejalan kaki tak bisa menyeberang langsung seperti sebelumnya. Arus pedestrian diarahkan menuju ke JPO. Akses ini sudah diperbaiki dengan membatu paving, dipagari di kanan-kirinya sekitar 2 meter hingga menuju tangga JPO.
Bila sebelumnya pedestrian bisa berlalu lalang sesuka hati untuk menyeberang dari stasiun membuat arus lalu lintas sedikit-sedikit berhenti, beberapa hari ini arus lalu lintas agak lancar. Sumber kemacetan praktis berkurang hanya dari angkot ngetem dan volume kendaraan yang akan berbelok ke Jalan TB Simatupang saja.
Halaman 2 dari 9











































