Kedatangan Prabowo dan Ical bukan tanpa sebab. Sehari sebelum keduanya merapat ke Cikeas, SBY sudah menyatakan Partai Demokrat memilih nonblok, artinya tidak bergabung dengan KMP maupun KIH. Artinya PD berpeluang bersama KIH di DPR sepanjang kebijakan Jokowi-JK pro rakyat.
Kata-kata nonblok juga disampaikan SBY setelah dirinya melakukan lobi dengan KIH, termasuk menemui Jokowi-JK seputar Perppu Pilkada langsung. Gayung bersambut, sikap SBY dan Jokowi-JK sepakat soal mendukung Perppu Pilkada langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah Partai Golkar yang memulai benih perpecahan di internal KMP ini. Golkar kubu Aburizal Bakrie yang menggelar Munas di Bali awal bulan Desember lalu merekomendasikan penolakan Perppu Pilkda langsung. Langkah ini kemudian membuat SBY bangun dari menyepi dan langsung melakukan manuver politik merapat ke KIH, hingga akhirnya Prabowo dan Ical sowan ke Cikeas.
Kedatangan Prabowo dan Ical pun seperti sedang mengejar 'cinta' SBY agar tetap bersedia bersama KMP. Keduanya menyatakan dukungan ke Perppu pilkada langsung. Ketum Golkar Aburizal Bakrie bahkan rela menanggalkan rekomendasi Munas Bali tersebut, seolah demi menjaga keutuhan KMP.
"Kemarin dia (Ical) menjelaskan bahwa itu hanya aspirasi dari daerah, DPD I dan DPD II dan itu menjadi rekomendasi hasil Munas. Namun, Pak Ical menjelaskan bahwa kemudian berdasarkan kesepakatan akhirnya Pak Ical mendukung Perppu karena rakyat menghendaki," ungkap Ketua Harian DPP PD Syarief Hasan yang ikut dalam pertemuan yang digelar Kamis (11/12) sekitar pukul 12.30 WIB.
Para petinggi KMP ini pun tak kenal menyerah merebut hati SBY. Meskipun SBY sudah bulat memilih nonblok, toh tetap ditawari juga ikut perkumpulan petinggi KMP setiap bulan. Namun hingga kini SBY belum menjawab resmi soal pinangan KMP tersebut. SBY ditegaskan PD sampai saat ini masih memilih sikap sebagai nonblok, yakni menjaga hubungan baik dengan KMP dan KIH.
Lalu apakah kedatangan Prabowo dan Ical sukses merebut 'cinta' SBY?
(van/try)











































