"Sebetulnya keputusan Aburizal Bakrie agak lucu juga. Belum sebulan (rekomendasi Munas Bali) sudah dilanggar sendiri hasilnya. Saya kira kita harus hati-hati, karena sikap KMP (Koalisi Merah Putih) khususnya Golkarnya Pak Aburizal Bakrie menurut saya itu hanya taktik saja," tutur Agung di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (12/12/2014).
Memang, Munas Bali yang digelar di Hotel Westin beberapa waktu lalu merekomendasikan uji materi Perpu Pilkada. Sebagaimana diketahui, Perpu Pilkada itu dikeluarkan SBY untuk mempertahankan Pilkada langsung dari ancaman realisasi Pilkada lewat DPRD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu hanya sekedar untuk mendapatkan simpati masyarakat. Karena orang tahu, Munasnya (di Bali) nggak begitu. Munas itu adalah menolak Perpu dan mendukung Pilkada melalui DPRD," kata Agung.
Namun bagi Agung, Pilkada langsung harus dipertahankan. Sikap ini diambil lantaran Golkar kubunya tak ingin demokrasi Indonesia mundur, bukan lantaran taktik politik pragmatis.
"Demokrasi buat Partai Golkar yang saya pimpin ini adalah ideologi dan bukan main-main, bukan taktik, tapi prinsip. Dan itu merupakan bagian ideologi kami soal demokrasi, jadi suara rakyat nggak usah direduksi," tegas Agung.
(dnu/erd)











































