"Kalau Pak Ical, beliau selalu terbuka kok," kata Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Lalu Mara Satriawangsa saat dihubungi, Jumat (12/12/2014).
Lalu Mara yang merupakan orang dekat Ical ini menyatakan realisasi pertemuan itu tinggal menunggu kesungguhan niatan Agung. Segala persoalan perpecahan Golkar dinyatakannya bisa diselesaikan lewat komunikasi yang baik antara kedua belah pihak.
"Bahwa ada perbedaan, kan dengan bertemu empat mata dua-tiga kali kan, baik juga. Masalahnya, Pak Agung mau tidak ketemu Pak Ical?" ujar Lalu Mara.
Lalu Mara lantas bercerita soal polemik Golkar sebelum Munas. Suatu saat Agung meminta Munas dipercepat pada Oktober 2014. Agung dan koleganya datang ke kediaman Ical. Komunikasipun berjalan. Maka segala sesuatu yang terjadi antara Ical dan Agung sebenarnya bisa dibicarakan, apalagi keduanya sudah akrab sejak lama.
"Jadi keduanya sudah tahu sama tahu sejak usia muda. Teman Pak Agung, teman Pak Ical juga. Banyak yang menyesalkan sampai terjadi seperti ini," tutur Lalu Mara.
Ical dan Agung sudah saling mengenal sejak lama. Meski berseberangan pandangan politik, namun jalinan silaturahmi harus tetap bersambung.
"Sikap pribadi Pak Ical itu tetap menjaga silaturahmi, meski berbeda secara sikap atau pilihan politik. Setahu saya, Pak Agung itu sudah bersahabat dengan pak ical sejak masih di HIPMI. Tahun 70-an," kata Lalu Mara.
(dnu/van)











































