"Tiga tahun terlalu lama. Lebih cepat lebih baik! Untuk apa dipermanenkan?" kata Ketua Mahkamah Partai Golkar kubu Agung, Lawrence TP Siburian, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (11/12/2014).
Lawrence menyatakan KMP memang tak perlu dipertahankan karena koalisi semacam itu hanya untuk kepentingan Pilpres. Kini Pilpres telah berlalu, dan koalisi semacam itu harus dibubarkan, termasuk Koalisi Indonesia Hebat (KIH) juga harus dibubarkan.
"Kalau dalam Munas yang sudah berlalu, sudah diputuskan bahwa kita ingin KMP dan KIH dibubarkan," kata Lawrence.
Lawrence menyatakan keberadaan koalisi-koalisi itu bisa memperburuk kinerja DPR. Seharusnya, DPR bisa independen mewakili rakyat, jadi bukan wakil KMP atau KIH. Koalisi seperti itu bisa menimbulkan kelompok oposisi seperti yang dipraktekkan KMP selama ini meski KMP mengklaim dirinya sebagai penyeimbang pemerintahan.
"KMP itu kan oposisi, cuma istilahnya saja mereka menyebut dirinya penyeimbang, itu istilah saja. Dan ideologi kita tidak mengenal oposisi,karena falsafah kita gotong royong," tutur Lawrence.
(dnu/rmd)











































