"Kami bicarakan soal UMP termasuk soal demonstrasi yang cukup besar di negara kalian," kata Guy Ryder di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakpus, Kamis (10/12/2014).
Menurutnya, pihak pengusaha, pemerintah dan buruh harus duduk bersama membahas UMP yang kini dipermasalahkan para buruh dan membuat mereka berdemo besar-besaran. Dari pertemuan itu diharapkan akan ada kesepakatan yang menguntungkan seluruh pihak sehingga buruh tak lagi harus berdemo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ryder juga menyampaikan pada JK bahwa ia setuju UMP buruh dinaikkan dari yang ada saat ini. Menurutnya, kenaikan itu didasari kebutuhan dasar sehari-hari para buruh.
"Kami setuju UMP mereka harus ditingkatkan. Karena ini terkait dengan kesejahteraan, dan kemakmuran buruh. Kami setuju bahwa UMP harus tumbuh di Indonesia tapi disesuaikan dengan standar kehidupan di Indonesia," ucapnya.
Selain soal UMP, utusan organisasi khusus buruh dari PBB ini juga membahas soal pelatihan untuk para buruh agar skill mereka ditingkatkan. Menurutnya, buruh harus memiliki banyak kemampuan agar dibutuhkan dunia usaha.
"Kami membicarakan ekonomi masa depan di Indonesia, dan tantangan soal buruh ke depan, UMP. Yang kedua soal pelatihan skill, Indonesia dan kami bekerjasama dengan sangat baik di sini, dan kami membicarakan bagaimana Indonesia bisa berperan dalam hal ini," sambungnya.
"Beliau (JK) terbuka dengan usulan usulan kami tadi.. So saya yakin dan sangat optimis kalau tidak akan ada masalah lagi," pungkasnya.
Sementara itu, ketua Apindo sekaligus tim ekonomi Wakil Presiden Sofyan Wanandi mengatakan bahwa demo-demo buruh sudah melewati batas. Menurutnya, kompromi kenaikan upah itu harus dilakukan di Dewan Pengupahan dan perusahaan tempat mereka bekerja.
"Demonya sudah kelewatan. Kita minta di perusahaan masing-masing bicaralah dengan buruhnya. Apa yang bisa dinaikkan, naik BBM kita bilang uang transportasinya dinaikkan. Tapi kan yang demonstrasi ini kan kita juga pusing, kita bingung juga. Mereka itu sebenarnya kan sudah ada di dalam dewan pengupahan. Mereka terwakilkan, di situlah kompromi-kompromi terjadi," ucap Sofyan.
(bil/rmd)











































