Dua di antara 'Srikandi' Indonesia itu adalah Sersan Dua Syabilla Intan dan Sersan Kepala Ida Ayu Kusuma Dewi. Tugas pasukan perdamaian yang dikirim ke Lebanon tak dibedakan. Tak ada perlakukan khusus meski Syabilla dan Ida adalah prajurit wanita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah dibekali sejenis stir reaksi yang harus dilakukan jika menghadapi situasi genting. Menguasai beladiri militer juga," kata Ida usai usai acara pelepasan Kontingen Garuda ke Lebanon oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (10/12/2014).
Ida mengaku siap dan tidak takut meski harus bertugas di wilayah konflik di perbatasan Lebanon-Israel tersebut. "Saya siap. Seperti kata Panglima, yang penting kita do the best di sana. Selama kita masih pegang aturan, saya pikir semua akan baik-baik saja," kata Ida.
Serda Syabilla juga mengaku siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi saat diterjunkan ke wilayah konflik Lebanon dengan Israel tersebut. Bekal pelatihan dan training selama 3 bulan dirasa sudah cukup menjadi bekal.
"Saya siap melaksanakan tugas negara dalam rangka memelihara perdamaian di Lebanon di bawah bendera UNIFIL. Persiapan diri sangat matang, baik secara fisik dan mental guna menghadapi tugas ini. Secara fisik kami telah dipersiapkan selama 3 bulan di PMPP Sentul, dan kalau mental saya harus latih kepercayaan diri saya," kata Syabilla di kesempatan yang sama.
Salah satu tugas tentara wanita di Satgas Kontingen Garuda ke-9 ini adalah menjadi Bintara Akomodasi. Mereka bertugas mengenai tempat tinggal, fasilitas, serta sarana dan prasarana bagi seluruh anggota Kontingen.
(erd/nrl)











































