Bangun Aceh, TNI akan Lakukan Operasi Khusus

Bangun Aceh, TNI akan Lakukan Operasi Khusus

- detikNews
Minggu, 23 Jan 2005 22:14 WIB
Banda Aceh - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Rymaizard Ryacudu mengatakan, TNI AD akan melakukan operasi khusus untuk membangun kembali daerah Aceh yang terkena bencana. Operasi khusus dinamakan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan kekuatan 30 satuan setingkat kompi (SSK) atau 3000 personil.Demikian dikatakan, Rymizard saat melakukan survei jalur Banda Aceh ke Meulaboh di Aceh, Minggu (23/1/2005). KSAD mengaku meninjau lokasi yang berada di jalur Banda Aceh menuju Meulaboh adalah sebagai awal dari proyek TMMD tersebut. "Sejauh 24 kilometer dari Banda Aceh ke Meulaboh sudah dibuat jalan darurat. Dan dari arah Meulaboh menuju Banda Aceh yakni di Tenom dibuat jalan darurat 40 kilometer, jadi sudah 60 kilometer yang kita cicil dari 235 kilometer jalan yang rusak. Mudah-mudahan pelaksanaannya bisa cepat," katanya.Dia juga mengatakan, selama satu bulan tanggap darurat yang dimulai pada tanggal 26 Januari diharapkan jembatan Lhok Nga sudah bisa dipakai. "Lalu 26 Maret itu sudah masuk tiga bulan tanggap darurat, diharapkan bisa merintis jalan ke wilayah yang terisolir," katanya. "Kita akan membuka jalan dan kita akan melakukan operasi khusus dengan melaksanakan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) denagan kekuatan 30 SSK atau 3000 personil. Operasi ini tersebar di wilayah Aceh yang terkena bencana," katanya.Rencananya, kata Ryacudu, TNI AD akan membuka jalan baru dengan mengikis lereng gunung yang jauh dari tepi pantai. Hal itu dilakukan karena murah biayanya. "Selain itu juga aman dan merangsang warga untuk tinggal jauh dari tepi pantai," katanya.Sementara, hingga kini jalan yang melewati Lhok Nga, Leupung, Lhoong di Aceh Besar masih sulit dilalui kendaraan umum. Hal itu disebabkan jalan darurat yang sedang di kerjakan oleh TNI AD masih berupa tanah. Pengerjaan jalan itu karena banyak jalan yang terputus, hilang dan beberapa jembatan yang putus.Hal itu lah yang dialami sejumlah wartawan yang mengikuti rombongan KSAD yang mensurvei jalur darat Banda Aceh Meulaboh. Rombongan yang menggunakan lima kendaraan double cabin diawali melalui Lhok Nga setelah melawati jembatan yang terputus 500 meter sebelum pabrik Semen Andalas dengan menggunakan rakit karena jembatan itu masih dilakukan pembangunan jembatan beale. Kelima kendaraan double cabin dari Lhok Nga melalui jalan yang masih utuh. Namun 500 meter kemudian jalan yang dilalui harus melalui jalan darurat yang sebelumnya dibuka oleh Tim Land Rover Club Indonesia dari Jakarta Bandung dan Riau. Dan kini diteruskan oleh TNI AD dengan berbagai alat berat, seperti buldozer dan loader untuk membuat bahu jalan darurat sekitar 100 - 200 meter dari jalan utama yang hilang dekat tepi pantai.Jalan yang dilalui juga masih dipenuhi berbagai sampah, tumpukan kayu pohon dan rumah yang hancur, sehingga diteruskan melalui jalan melewati bekas perkampungan yang sudah rata dengan tanah. Bahkan kendaraan rombongan sempat empat kali terperosok di sawah yang rusak akibat tsunami.Bahkan salah satu kendaraan double cabin juga sempat terperosok sehingga menyebabkan sejumlah pengawal dan ajudan sepakat berusaha untuk mengeluarkan kendaraan dari jebakan lumpur tersebut. Namun itupun harus melalui upaya yang sangat sulit.Misalnya ketika dicoba diungkit dengan kayu dan didorong kendaraan bukannya keluar tapi malah makin dalam terperosok hingga mesin menyentuh tanah. Beberapa kali KSAD dengan gaya offroader, harus sesekali berteriak dorong dan tarik. Tapi sayangnya tidak berhasil. "Jangan dorong, angkat saja ramai-ramai," kata KSAD. Lalu setelah diangkat mobil berhasil keluar.Ketika memasuki kecamatan Leupung kendaraan melalui jalan aspal tapi itupun sebagian jalannya sudah hilang. Di tempat itu ada juga sejumlah pengungsi yang masih bertahan walaupun hampir semua wilayah rata dengan tanah. Tidak satupun sisa bangunan. Bahkan kawasan yang sebelumnya sebagai tempat wisata ini, keindahaannya tak terlihat lagi. Sejumlah pengungi mengaku tetap akan bertahan dan tidak tahu harus kemana. Walaupun mereka mengungsi tapi tidak tahu apa yang akan diperbuat. (mar/)


Berita Terkait