"Ada sih yang di laut para nelayan luar suka bawa bom sianida, suka bantai penyu karena harga penyu cukup mahal," ujar Sekretaris Kampung Sulaiman Risno Kai dalam kunjungan Media ke Pesisir Berau, Kaltim bersama TNC, Rabu (11/12/2014).
Risno mengatakan, para nelayan yang menggunakan bahan-bahan yang merusak biota itu berasal dari luar Pulau Kalimantan. "Biasanya nelayan dari Pulau Jawa. Mereka biasanya beralasan mencari teripang padahal tidak," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Limbah sampah yang ada di masyarakat masih PR di kampung. Masih banyak warga buang ke laut. Tapi ada juga yang dikumpul untuk dibakar," tutupnya.
(spt/mok)











































