Mega Minta Pemerintah Tidak Ganggu Kongres PDIP

Mega Minta Pemerintah Tidak Ganggu Kongres PDIP

- detikNews
Minggu, 23 Jan 2005 14:01 WIB
Jakarta - Ketua Umum DPP PDIP Megawati meminta pemerintah tidak menggangu kongres PDIP yang akan digelar Maret 2005 mendatang. Megawati menilai sikap PDIP yang saat ini beroposisi dengan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Hal ini disampaikan Megawati kepada wartawan seusai merayakan ulang tahunnya ke-38 bersama 150 anak yatik di kediamannya, Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat, Minggu (23/1/2005). Saat itu mantan presiden ini ditanya wartawan mengenai munculnya selentingan bahwa dalam kongres PDIP mendatang ada gerakan ABM (asal bukan Megawati) untuk memimpin PDIP. "Saya sendiri bingung munculnya selentingan informasi yang menyatakan ABM. Saya pikir itu tergantung pada masyarakat sendiri untuk memilih pemimpin sesuai hati nurani dan jangan latah. Saya katakan kepada pemerintah supaya jangan menggangu PDIP. Saya tidak mau diobrak-abrik. Sekarang ini kan PDIP beroposisi dengan pemerintah. Saya bilang itu sikap yang wajar. Katanya mau berdemokrasi," kata Mega. Mengenai Guruh Soekarnoputra, adik kandung Mega, yang akan maju sebagai calon ketua umum, Mega juga tidak mau berkomentar banyak. Dia juga tidak berkomentar saat ditanya, bila dirinya tidak terpilih lagi, akan akan mendukung Guruh. "Saya sendiri heran, apa yang dikembangkan di media kalau ada pertemuan itu terkait kongres. Padahal, kongresnya belum dimulai. Yang akan berjalan itu nanti, di dalam kongres partai sendiri. Jadi nominasi nama itu sudah dimunculkan dari bawah. Dari situ nanti yang akan dilakukan apakah nama-nama itu yang diinginkan di dalam kongres," jelas dia. Ketika ditanya apakah benar Guruh secara pribadi meminta dirinya agar maju lagi, Megawati juga tidak mau berkomentar banyak. "Banyak yang ngomong ke saya. Tapi, saya sebagai ketua umum tidak bisa membeberkan, karena kembali kepada hal-hal sepetri itu, bahwa pembicaraan mengenai ketua umum dibicarakan di dalam kongres partai secara internal," tegas Mega. (asy/)


Berita Terkait