Ical Berubah Dukung Perppu Pilkada karena Manuver SBY? Hidayat: Nggak

Ical Berubah Dukung Perppu Pilkada karena Manuver SBY? Hidayat: Nggak

- detikNews
Rabu, 10 Des 2014 17:54 WIB
Ical Berubah Dukung Perppu Pilkada karena Manuver SBY? Hidayat: Nggak
Jakarta - Manuver Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono menemui Jokowi dan memerintahkan elite PD berkomunikasi dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) diduga menjadi penyebab Ketum Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical) berubah sikap mendukung Perppu Pilkada. Namun Ketua Harian Golkar Munas Bali, MS Hidayat, menepis dugaan itu.

"Nggak. Mungkin juga karena ada pengaruhnya munas yang putuskan itu," kata Hidayat lalu beringsut meninggalkan wartawan menuju mobilnya. Wawancara berlangsung di kantor DPP Golkar Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (10/12/2014).

Sebelumnya Hidayat menduga perubahan sikap Ical karena ada perjanjian antara KMP dengan PD untuk mendukung Perppu Pilkada. Perjanjian itu tentu tak bisa dinafikan begitu saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira ada beberapa pertimbangan, tapi juga kalau melihat sejarahnya dulu ada kesepakatan yang ditandantangani mereka," ujarnya.

Hidayat memaklumi perubahan sikap Ical yang semula menolak Perppu kini mendukung. Namun, hal itu tak terlepas dari kepentingan Partai Golkar. "Ya politik itu selalu dinamis, dan selalu cari sesuatu yang bisa cover kepentingan partai," ujarnya.

Entah terkait atau tidak, namun memang perubahan sikap Ical terjadi tak lama setelah SBY bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan SBY-Jokowi berlangsung Senin (8/12) lalu, sedangkan Ical berkicau di twitter menyatakan dukungan untuk Perppu Pilkada Selasa (9/12) kemarin malam.

Jika PD, dan juga PAN, yang mendukung Perppu Pilkada menyeberang ke KIH, maka kekuatan KMP memang akan gembos. Ditambah PAN dan PD, kekuatan KIH di DPR akan menjadi 63%.

(bal/trq)


Berita Terkait