"Hendaknya kita beri penghargaan-penghargaan kepada bapak-bapak bangsa. Indonesia tampaknya belum menghargai bapak bangsa, termasuk mantan Presiden. Yang ada mencaci-maki. Nah (acara) ini kita berikan contoh bagaimana menghargai bapak bangsa," kata Komaruddin.
Komaruddin menyampaikan ini dalam sambutannya pada acara kuliah umum bertema "Pengalaman Mengawal Demokrasi" dengan pembicara Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Auditorium Utama Prof Harun Nasution, UIN Jakarta, Rabu (10/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SBY Presiden pertama yang naik dan turun sesuai dengan demokrasi. Dua kali, sesuai dengan kaidah-kaidah politik demokrasi. Soal kekurangan, tidak ada orang yang tak punya kekurangan," ujarnya.
SBY sendiri meninggalkan kampus yang terletak di Ciputat, Banten itu sekitar pukul 13.40 WIB. Dua ribuan mahasiswa yang menghadiri acara itu berebut salaman dan memotret SBY hingga pergi dengan mobil Mercy warna hitam.
(idh/mok)











































