Selain Cacat, Ini Derita Bocah Bagas karena Ditabrak Mobil

Selain Cacat, Ini Derita Bocah Bagas karena Ditabrak Mobil

- detikNews
Rabu, 10 Des 2014 14:59 WIB
Selain Cacat, Ini Derita Bocah Bagas karena Ditabrak Mobil
Pekanbaru - Bagas Tri Herman (7) korban ditabrak mobil operasional Bank Riau Kepri. Lengannya cacat dan sering diejek seperti alien. Bagas terpaksa mengenakan baju lengan panjang di sekolahnya.

Bagas tahun ini duduk di bangku SD di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Anak dari buruh harian lepas bekerja tulang las ini nyaris tak mau bersekolah. Ini karena dia merasa tangannya tak lagi sempurna sebagaimana anak-anak umumnya.

"Bagas sempat meminta berhenti sekolah, karena malu diejek kawan-kawannya. Karena kondisi tangan kanannya yang bekas kecelakaan operasinya belum sempurna," kata Agus Hermawan (46), ayah Bagas kepada detikcom, Rabu (10/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wajar saja Bagas ini merasa tak pede untuk bersekolah. Karena saat pertama masuk sekolah dia mengenakan baju lengan pendek sebagaimana teman-temannya. Namun dia menjadi perhatian semua siswa. Ini karena bentuk lengan kanannya yang tak sempurna.

Lengan kanannya terlihat tulangnya menonjol, kulitnya keriput, jari-jarinya terlihat renggang. Tangannya juga tak bisa diluruskan, karena bagian dagingnya ada yang lengket. Kondisi seperti itu, karena Bagas pernah mengalami ditabrak mobil milik Bank Riau-Kepri.

Dalam sekolah, ada siswa yang mengajak tangannya seperti alien. Ada juga teman-temannya yang merasa jijik melihat kondisi lengan Bagas. Itu sebabnya, Bagas meminta berhenti di sekolah.

"Karena itulah, saya meminta pihak sekolah untuk mengizinkan anak saya mengenakan baju lengan panjang. Alhamdulillah, sekolah mengizinkan, walau tetap saja anak saya diejek," kata Agus.

Kini Agus berharap, kepada Bank Riau Kepri bersedia mendanai lanjutan operasi ke 3 dan ke 4. Karena operasi itu lanjutan ini akan dilakukan implan atau mengambil sebagian daging paha Bagas untuk menutupi lengannya yang dagingnya hilang saat ditabrak mobil Bank Riau Kepri.

"Saya akui operasi pertama ditanggung pihak bank, angkanya sekitar Rp 5-7 juta. Tapi biaya perawatan jalan saya yang nanggung," kata Bagas.

Operasi kedua, lanjut Agus, dia kembali mengeluarkan dana sekitar Rp 22 juta. Dana itu sebagian Rp 13 juta untuk operasi dan sisanya dana perawatan.

"Saya minta bantuan ke bank, namun mereka minta rincian dana. Saya berikan rincian operasinya, walau saya tak punya lengkapi dana rawat jalannya. Saya ini orang awam, tak tau administrasi harus lengkap seperti yang diminta bank," kata Agus.

Kisah nahas Bagas ini terjadi pada 3 Juli 2011 lalu. Kala itu Bagas bersama teman-teman sebayanya saat usia 4 tahun mancing di sungai pinggir Jl Arjuna, Kelurahan Labu Baru Timur, Kec Payung Sekaki, Pekanbaru. Salah satu rekannya yang berada di seberang jalan memanggilnya. Bagas berlari menyeberang. Rupanya mobil Toyota Innova milik Bank RiauKepri melaju kencang. Braak! Bagas terkapar dan terseret. Lengan kanannya terlindas mobil ini dan terserat 2 meter. Daging lengan kanannya habis terseret di tengah jalan.

"Saat kejadian itu, saya ada di dalam rumah. Saya hanya mendengar ada suara benturan, rupanya anak saya sendiri. Dari mobil yang nabrak anak saya keluar anggota kepolisian. Belakangan kita ketahui, mobil itu milik Bank Riau Kepri yang lagi operasi ke setiap ATM sehingga harus dikawal," kata Agus.

(cha/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini