"Pertemuan saya dengan Pak Jokowi sebenarnya adalah berkaitan dengan rencana pertemuan puncak GGGI, yang saya pimpin, yang insya Allah dilaksanakan 23 Juli tahun depan. Saya undang beliau sebagai Presiden. Itu acara yang penting dan menjadi perhatian dunia. Beliau bersedia hadir. Itu lah sebenarnya hajat saya menemui beliau," kata SBY.
Hal itu disampaikan SBY menjawab pertanyaan wartawan usai menjadi pembicara kuliah umum di UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sampaikan, Pak Jokowi, tentu sebagai presiden yang menerbitkan Perppu Pilkada langsung itu, wajib hukumnya bagi saya untuk ikut memperjuangkan agar DPR RI bisa menerima, mengesahkan Perppu itu menjadi Undang-undang. Sikap saya jelas, tegas dan terang," bebernya.
Kepada Jokowi, SBY berjanji akan mengupayakan pengesahan Perppu Pilkada menjadi Undang-undang. SBY, bersama Partai Demokrat, berjanji akan berjuang habis-habisan.
"Pak Jokowi merespons, segaris dengan keinginan beliau, juga akan bersama-sama memperjuangkan berhasilnya Perppu Pilkada langsung itu. Boleh dikata sekali lagi, kami segaris, sejalan, dan bersatu untuk golkan Perppu itu," tutur SBY.
"Dua hal itu lah sebenarnya yang kami bicarakan kemarin," imbuhnya.
(trq/try)











































