Bocah Bagas, Cacat karena Ditabrak Mobil Bank dan Minta Pertanggungjawaban

Bocah Bagas, Cacat karena Ditabrak Mobil Bank dan Minta Pertanggungjawaban

- detikNews
Rabu, 10 Des 2014 13:49 WIB
Bocah Bagas, Cacat karena Ditabrak Mobil Bank dan Minta Pertanggungjawaban
Tangan Bagas cacat (Foto: Chaidir Tanjung/detikcom)
Pekanbaru -

Inilah kisah pilu bocah bernama Bagas Tri Hermawan (7). Bocah ini masih diberi umur panjang setelah 3 tahun lalu tertabrak mobil operasional Bank Riau Kepri. Dia dan keluarganya meminta pihak bank bertanggung jawab.

Bagas (7), begitu sapaan akrabnya bocah buah hati Agus Hermawan (46) warga Jl Arjuna, Kelurahan Labu Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Bocah ini berasal dari keluarga kebanyakan, orang tuanya hanya buruh harian lepas pada semua bengkel las.

Bagas kini mengalami cacat seumur hidupnya. Lengan kanannya tumbuh tak normal. Ini karena pada 3 Juli 2011 lalu, Bagas tertabrak mobil operasional Bank Riau Kepri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, Bagas menyeberang jalan. Mobil Innova milik bank BUMD Pemprov Riau dan Pemprov Kepri itu melaju kencang dan menabraknya. Lengan Bagas tergilas dan terseret lebih dari 2 meter.

Dalam peristiwa itu, daging lengan kanan Bagas tak tersisa. Dagingnya lengket di aspal, hanya tersisa tulang.

"Anak saya ini masih butuh operasi sampai 4 kali. Saat ini baru dua kali operasi. Saya sadar, sekalipun operasi 4 kali tak akan kembali normal, tapi paling tidak itulah yang direkomendasi para dokter," kata Agus kepada detikcom, Rabu (10/12/2014).

Agus menjelaskan, operasi pertama biaya memang dibantu Bank Riau Kepri. Namun operasi kedua, Agus harus merogoh kocek sendiri yang menghabiskan dana Rp 22 juta.

"Operasi kedua pada tahun 2012 lalu saya mengutang. Dan sampai sekarang saya masih terbelit utang," kata Agus.

Agus dalam tiga bulan terakhir ini, memohon bantuan kepada Bank Riau Kepri agar anaknya harus menjalani tahapan operasi ke 3 dan ke 4 yang perkiraan dokter menelan dana minimal Rp 70 juta.

"Saya sudah bolak balik untuk ke Bank Riau Kepri dalam tiga bulan terakhir ini. Namun saya tak pernah mendapat jawaban apakah mereka mau mendanai biaya operasi selanjutnya. Saya terombang ambing," kata Agus.

Dia menyebutkan, niatnya meminta tanggung jawab Bank Riau Kepri bukan urusan mencari dana hibah. "Saya bukan mau cari untung, apa yang saya tuntut, hanya kebutuhan biaya operasi. Kalau ragu, silakan saja Bank Riau Kepri langsung yang membawa anak saya untuk dioperasi," kata Agus.

Kini karena Bagas belum menjalani operasi ke 3 dan ke 4, posisi lengan kanannya yang biasa aktif ini tak bisa lurus. Karena daging di bagian sikunya masih menyatu dan butuh untuk dipisahkan. Jari-jari bocah yang kini duduk kelas 1 SD itu juga tak maksimal. Lengannya seakan tak berfungsi.

Bank Riau Kepri yang dicoba dikonfirmasi terkait bentuk tanggung jawabnya belum bersedia menjelaskan secara rinci. "Nanti kita cek," kata Direksi Bank Riau Kepri, Wan Marwan dalam pesan singkatnya ke detikcom.

Jawaban serupa juga disampaikan Humas Bank Riau Kepri, Win Novri. "Ini kan kejadiannya sudah lama. Jadi saya coba cari tahu dulu, siapa yang menangani," kata Win Novri.

(cha/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads