"Sekarang kita lihat, apa yang sebenarnya terjadi di sana. Kemudian kita juga tidak bisa lepas dari tanggal 1 Desember," ujar KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Rabu (10/12/2014).
1 Desember adalah hari Ulang Tahun OPM. Dalam beberapa tahun terakhir, menjelang tanggal tersebut pihak aparat Indonesia selalu meningkatkan kewaspadaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot mengatakan, aktor di belakang kerusuhan itu menggunakan taktik bebek. "Di sana itu ada semacam taktik bebek namanya. Taktik bebek itu, rakyat dikedepankan dan dari belakang ada tembakan gitu. Jadi kita lihat di sananya, bagaimana kejadiannya," ungkap Gatot.
Sementara itu Panglima TNI Jenderal Moeldoko sendiri tidak dapat memungkiri saat ini gerakan OPM sudah semakin terbuka. Sekitar 100 warga Papua pada HUT OPM 1 Desember lalu berdemo di Bundaran Hotel Indonesia meminta kemerdekaan Papua sambil membawa bendera Bintang Kejora.
"Kalo dari politik, TNI tak bisa berbuat. Kita main di ruang intelijen dan teritorial. Tidak bisa lebih dari itu karena ini politik. Kalau bersenjata biasanya kita lihat polisi minta bantuan, kita turunkan (pasukan)," ucap Moeldoko.
Kerusuhan di Paniai, Papua, dipicu dengan adanya pemukulan warga oleh pihak yang hingga saat ini masih belum diketahui. Ratusan warga yang turun dari arah Gunung Merah menyerang Mapolsek dan Koramil setempat, Senin (8/12/2014). Mereka diduga ditembaki karena terdengar suara tembakan dan menyebabkan 4 orang tewas. Mapolsek dan Koramil setempat pun rusak akibat penyerangan warga. Ternyata juga ada tembakan dari arah Gunung Merah.
(ear/fjp)











































