"Seharusnya DPD I dan DPD II jangan pernah percaya dengan janji-janji ARB yang seringkali dilanggar," kata Ketua DPP Golkar versi Munas IX Jakarta, Ace Hasan Syadzily, Rabu (10/12/2014).
Ace tak mengakui keberadaan Munas Bali. Namun dia menganggap Ical telah mengingkari kepercayaan peserta acara di Bali yang meminta Ical menolak Perppu Pilkada.
"Dari kasus ini kita bisa membayangkan bagaimana Golkar akan dikelola selama lima tahun ke depan jika kebijakan partai dengan mudah berubah-ubah tanpa mekanisme organisasi yang benar," ujarnya.
Ace menganggap Ical menyepelekan aspirasi para pengurus Golkar yang telah mendukungnya di Bali. "Seharusnya perjanjian KMP tidak lebih tinggi dari hasil acara yang mereka sebut munas," sindirnya.
(trq/nrl)











































