Saat ditemui di ruang tunggu RS tersebut, Rabu (10/12/2014), seorang teman Andrea yang bernama Novi mengatakan, bahwa saat ini hidup Andrea bergantung kepada alat bantu pernapasan dan beberapa alat bantuan lainnya hingga 60 persen.
"Jadi menurut keterangan dokter, korban menderita retak di tempurung kepala belakangnya. Semua makanan, dan buang air harus melewati selang dan infus. 60 persen tubuhnya sudah pakai mesin," kata Novi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peristiwa ini terjadi saat korban pulang dari rumah saya di kawasan Lebak Bulus, pas nyampe Bidakara, tiba-tiba Andrea yang diboncengi Iksan, dipepet oleh jambret. Tas jinjingnya yang di taruh di sebelah kanan tangannya, ditarik oleh pelaku, hingga akhirnya dia terjatuh," jelasnya.β
Melihat temannya kritis akibat peristiwa penjambretan tersebut, Novi berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelakunya.
"Saya hanya fokus pada kesehatan korban dulu. Tapi, agar tidak terulang, kasus ini seharusnya bisa diungkapkan," tutupnya.
(rni/fjp)











































