Korban Jambret di Pancoran Masih Koma, Bertahan Hidup dengan Alat Pernapasan

Korban Jambret di Pancoran Masih Koma, Bertahan Hidup dengan Alat Pernapasan

- detikNews
Rabu, 10 Des 2014 12:14 WIB
Jakarta - Andrea Salma (39) sudah satu minggu tak sadarkan diri, setelah menjadi korban penjambretan sekelompok pria di depan Gedung Bidakara, Pancoran pada 5 Desember lalu. Bahkan untuk bertahan hidup, saar ini tubuh wanita tersebut ditempeli sejumlah alat bantuan pernapasan dan alat pacu jantung di ruang ICU RS Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur.

Saat ditemui di ruang tunggu RS tersebut, Rabu (10/12/2014), seorang teman Andrea yang bernama Novi mengatakan, bahwa saat ini hidup Andrea bergantung kepada alat bantu pernapasan dan beberapa alat bantuan lainnya hingga 60 persen.

"Jadi menurut keterangan dokter, korban menderita retak di tempurung kepala belakangnya. Semua makanan, dan buang air harus melewati selang dan infus. 60 persen tubuhnya sudah pakai mesin," kata Novi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi Andrea yang sedemikian parah terjadi karena dia jatuh dengan kondisi kepala terlebih dahulu menyentuh aspal, saat kawanan rampok melancarkan aksinya menjambret tas milik Andrea. Pada saat itu, sepeda motor yang dibawa oleh teman Andrea yang bernama Muhammad Iksan sedang melaju dengan kecepatan sedang.

"Peristiwa ini terjadi saat korban pulang dari rumah saya di kawasan Lebak Bulus, pas nyampe Bidakara, tiba-tiba Andrea yang diboncengi Iksan, dipepet oleh jambret. Tas jinjingnya yang di taruh di sebelah kanan tangannya, ditarik oleh pelaku, hingga akhirnya dia terjatuh," jelasnya.β€Ž

Melihat temannya kritis akibat peristiwa penjambretan tersebut, Novi berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelakunya.

"Saya hanya fokus pada kesehatan korban dulu. Tapi, agar tidak terulang, kasus ini seharusnya bisa diungkapkan," tutupnya.



(rni/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads