Pemda Riau Tuding BP-Migas Tidak Beretika
Sabtu, 22 Jan 2005 18:18 WIB
Pekanbaru - Badan Pelaksana Hulu Migas (BP-Migas) Pusat dituding tidak memiliki etika oleh pemerintah daerah Riau. Hal ini karena BP-MIGAS mencopot kepala Perwakilan BP-Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan Pemda Riau. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Riau Mohamad Yafiz kepada detikcom , Sabtu (22/01/2005). "Untuk menggantikan seseorang menjadi perwakilan di Riau, memang hak pihak BP-MIGAS Pusat. Tapi mereka juga harus sadar, bahwa orang yang akan ditempatkan itu bekerja di wilayah Riau. Jadi mestinya mereka sedikit punya etika, paling tidak kita di daerah diberitahu atau ada undangan resmi," kata Yafiz.Menurut Yafiz, Pemda Riau sangat menyayangkan sikap BP-MIGAS Pusat yang telah mengganti kepala Perwakilan Sumbagut Luluk Harijanto dengan Rahmad Priyatno tanpa ada pemberitahuan resmi kepada pemerintah daerah Rabu lalu di Jakarta. Rahmad Priyatno sebelumya menjabat dibagian lingkungan di BP-MIGAS Pusat.Sejak pergantian itu, kata Yafiz, pemerintah daerah tidak pernah diberitahu oleh pihak BP-MIGAS Pusat. Termasuk tidak ada pemberitahuan resmi kepada Gubernur Riau Rusli Zainal. Mestinya, BP-MIGAS bisa menghormati dan saling koordinasi soal pergantian pejabatnya yang akan berkerja di Riau."Kita benar-benar kecewa dengan sikap BP-MIGAS yang tidak memperdulikan pemerintah daerah dalam masalah ini. "Memangnya BP-Migas itu bisa bekerja sendiri di Riau tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah," katanya.Hafiz mengungkapkan, untuk pergantian setingkat kepala dinas di Riau, pihak pemda Riau tetap memberitahukan kepada pemerintah pusat. Itu menunjukan bahwa adanya koordinasi antara pemerintah daerah dengan pusat. "Tapi, BP-MIGAS Pusat ini benar-benar tidak punya etika ingin masuk ke daerah orang lain," katanya.Luluk Harijanto ketika dikonfirmasi detikcom , Sabtu (22/01/2005) mengatakan, bahwa pada dasarnya dia siap untuk ditempatkan dimana saja. "Ibarat tentara, saya ini kan prajurit. Jadi harus siap ditempatkan dimana saja. Itu sebagai ujud loyalitas saya terhadap pimpinan," ungkap Luluk.Sikap BP-MIGAS Pusat yang mencopot pejabatnya di daerah tanpa koordinasi, juga terjadi untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan di Palembang. Sejumlah kepala daerah disana, juga tersinggung atas pencopotan perwakilan BP-Migas dua bulan silam, tanpa ada koordinasi ke pemerintah daerah.
(nal/)











































