"Sudah hampir satu minggu terakhir ini. Oleh anggota kemanaan saya itu taksi sudah dikempisin kedua bannya sebanyak dua kali," kata Johan Musawah (45) ketua RW 01, kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Selasa (9/12/2014).
Menurut Johan, taksi tersebut parkir sejak 26 November hingga 3 Desember. Pagi hari, taksi itu masih terlihat dan baru hilang pada malamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuannya supaya pemilik taksi marah-marah dan memunculkan batang hidungnya tetapi sampai sekarang juga dia tidak pernah muncul bahkan sampai mobil itu diambil. Sampai sekarang kita sendiri juga tidak tahu siapa pemiliknya, tahunya setelah ada pemberitaan di televisi," paparnya.
Suatu hari, mobil itu tidak terlihat siang hari. Padahal kondisinya sudah digembosi oleh para petugas keamanan setempat. Artinya, pernah dipaksakan maju oleh si pengemudi.
"Kata keamanan saya mobil itu pernah tidak ada pas siang-siang, artinya sopir taksi itu pernah memaksakan jalan mobilnya dalam keadaan ban tidak ada anginnya," terangnya.
Jejes, salah seorang koordinator keamanan setempat mengaku pernah melihat mobil taksi itu pada tanggal 26 dikemudikan oleh seseorang. Dia tak bisa memastikan apakah itu Sutrisno.
"Tepatnya tanggal 26 jam 02.00 WIB malam. Saya cek besok-besoknya sudah sering berada di situ," ungkapnya.
(mad/ndr)










































