Pasca pembacaan vonis kasus pembunuhan Ade Sara dengan terdakwa Hafitd di PN Jakpus, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014), Sulastri meluapkan kesedihannya di depan kamera dan mikrofon. Ia terus menangis hingga wajahnya memerah dan badannya lemas.
Tak lama kemudian, Sulastri dibantu oleh kuasa hukum Hafitd, Hendrayanto dan Bertha Natalia, menyusuri lorong gedung pengadilan menuju ruang tahanan PN Jakpus. Perlahan dengan dipapah, Sulastri mendekat ke teralis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hafitd tampak lebih tegar dibandingkan ibunya yang tak henti meneteskan air mata. Sesekali Hafitd membelai pundak mamanya untuk lebih kuat dan lebih tabah.
Hafitd dan ibunya berpelukan dengan dipisahkan teralis selama 5 menit. Mereka saling menyemangati. Setelah itu, Sulastri menjauhi teralis, dengan menahan air mata, ia membalikan badan dan melambai ke sang buah hati. Hafitd pun membalas lambaian tangan ibunya.
"Pesan Hafitd setelah vonis, 'kalau mama kuat, Hafitd kuat. Itu pesannya," kata Sulastri sebelum meninggalkan gedung pengadilan.
(vid/ndr)










































