Soal Ritual Seks di Kemukus dan Roro Mendut, Mensos: Saya Prihatin

- detikNews
Selasa, 09 Des 2014 16:23 WIB
Jakarta - Sejumlah daerah seperti Makam Roro Mendut, Slemen, Yogyakarta dijadikan ritual seks oleh para peziarah. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan tanggapan terkait persoalan penyakit sosial masyarakat ini.

"Saya prihatin, kalau itu dijadikan impact negatif. Ini kan ada impact sosialnya besar. Masyarakat sekitar yang harusnya melakukan upaya preventif," kata Khofifah di Gedung Aneka Bakti, Kementerian Sosial, Jalan Salemba, Jakarta, Selasa, (9/12/2014).

Khofifah menjelaskan persoalan ini tidak bisa dituntaskan dengan waktu yang cepat. Persoalan yang terjadi karena ada pihak seperti masyarakat setempat yang menjadikan ritual seks ini sebagai pendapatan ekonominya.

"Waktu itu mungkin diekspos agar orang tertarik ke sana. Jadikan sumber income (pendapatan) baru. Ini yang prihatin lagi," sebutnya menambahkan.

Seharusnya, ada sistem karakter untuk menyesuaikan daerah yang bersangkutan. Hal ini bisa dimulai oleh para tokoh agama yang membangun kesadaran masyarakat dengan pemerintah daerah setempat.

Menurutnya, jika memang beberapa lokasi tersebut seperti makam keramat itu dinilai sebagai lokasi budaya semestinya bisa dimaksimalkan secara positif.

"Yang harus didengungkan yaitu membangun kearifan lokal, budaya di daerah. Koefisien sosial ini sebagai budaya. Ini harus ada partnership sektor-sektor elemen di masyarakat menjadi penting dengan melibatkan pemerintah setempat, tokoh adat, tokoh agama," ujarnya.

Khofifah menuturkan kalau pihak terkait seperti tokoh ormas atau tokoh adat bisa memberikan sanksi sebagai upaya preventif. Diakuinya masalah seperti ini butuh waktu yang lama.

"Kita tidak bisa bim salabim, tapi kan tokoh ormas, tokoh adat bisa beri sanksi sosial. Enggak usah digeneralisir karena masing-masing daerah punya standar sendiri. Ini ada standar, kearifan itu sangat lokal," katanya.

(hat/ndr)