Sopir Express yang Taksinya Dicuri Tak Terkait Perampokan Trisno cs

Sopir Express yang Taksinya Dicuri Tak Terkait Perampokan Trisno cs

- detikNews
Selasa, 09 Des 2014 14:52 WIB
Sopir Express yang Taksinya Dicuri Tak Terkait Perampokan Trisno cs
Foto: Ilustrasi taksi Express
Jakarta - Sopir taksi Express yang mobilnya dicuri oleh Sutrisno cs di Mega Kuningan, Jaksel, pada 21 November sudah dimintai keterangan petugas Polsek Setiabudi. Express menyebut sopir armadanya sebagai korban pencurian Trisno cs.

"Sudah diperiksa (polisi), yang jelas sopir kami itu korban," kata kuasa hukum Express Group, Berman Limbong, saat dihubungi detikcom, Selasa (9/12/2014).

Limbong menuturkan, pencurian tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Setiabudi pada 24 November setelah sistem internal tidak bisa melacak posisi taksi ber-GPS itu. Sopir tersebut juga sudah dimintai keterangan oleh polisi dan memang tidak ada kaitannya dengan perampokan yang dilakukan Trisno cs.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pas lapor ke polisi dia langsung di-BAP. Tidak mengerti apa-apa dia," jelas Limbong.

Pencurian taksi itu terjadi pada Jumat 21 November 2014 saat sopir Express sedang makan di kawasan Mega Kuningan, Jaksel. Pelaku rupanya tahu bahwa kadang sopir meninggalkan kuncinya di dalam mobil bila sedang makan.

Sedang laporan pencurian dilakukan ke Polsek Setiabudi pada 24 November dengan nomor laporan 205. "Mobil yang dicuri memiliki nomor bodi DB 6075," ucap Limbong.

Menurutnya, Express sudah mencoba melacak keberadaan taksi tersebut dengan sistem GPS yang terpasang di dalam mobil. Namun GPS sudah tidak aktif, diduga sudah dirusak oleh pelaku.

"Saat sopir lapor kehilangan ke pul, sudah tidak bisa dilacak. Diduga pencuri sudah merusak GPS Express," katanya.

Belum sempat mendapat kabar soal pencurian taksinya, Express mendapat info soal perampokan yang dilakukan oleh Sutrisno cs dengan menggunakan mobil curian itu. Mobil tersebut sudah dimodifikasi dan diganti nomor bodinya.

Usai dicuri, mobil itu sempat disembunyikan Trisno di kosannya di kawasan Kampung Makassar, Cililitan, Jakarta Timur. Namun pada Kamis (4/12) lalu, taksi tersebut sudah tidak ada lagi kosannya. Menurut keterangan tetangga Trisno ada 4 pria berbadan tegap berbaju safari yang mengambil taksi tersebut.

Hingga kini, keberadaan mobil tersebut masih misterius. Pihak Express mengaku tidak tahu menahu di mana keberadaan sedan putih itu. Polisi juga masih mencari mobil yang menjadi barang bukti penting itu.

Sementara itu, Trisno saat ini ditahan polisi bersama dua anak buahnya, Eed dan Agus. Trisno yang bekerja sebagai sopir Blue Bird diciduk saat mengantarkan tamu ke Bintaro, Tangsel, pada Minggu 7 Desember.

(slm/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads