"Korupsi itu bila para pejabat mengambil uang atau kekayaan negara yang bukan milik mereka!" kata anak kelas 5 SD bernama Afkal dengan terbata-bata namun lantang, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2014).
Afkal yang berkacamata ini menyatakan korupsi harus diberantas. Dirinya juga ingin menjadi anggota DPR untuk memperbaiki negara.
"Mau jadi anggota DPR, untuk memberantas kemiskinan dan semua masalah negara dihapuskan," ujar Afdal yang disambut tepuk tangan anak-anak lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mau (jadi anggota DPR) untuk menghilangkan semua yang salah dan semua yang tidak benar," kata Abel.
Di tengah-tengah jalannya konferensi pers dari SD Global Mandiri Jakarta ini, salah satu siswa pemberani mengacungkan jari ingin membuat pernyataan. Dirinya lantas maju, memegang mikrofon, namun lantas diam sejenak kelihatan agak gugup lantaran banyak disorot kamera juruwarta.
"Kita harus bersikap adil dan beradab," ucap salah satu siswa SD itu, bernama Miko, dengan lantang.
"Horeeee!!!" kawan-kawannya menyambut riuh dengan sorakan antusias. Lantas, Miko bahkan mempertanyakan soal kinerja anggota DPR.
"Saya mau nanya, lingkungan Indonesia kan masih kotor, jadi bagaimana tindakan DPR RI. Kalau saya jadi Ketua DPR, saya minta orang-orang yang bersihkan selokan atau kali harus bersihkan selokan atau kali," kata Miko dengan polos dan percaya diri.
Sejenak kemudian, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf datang dan dialami anak-anak SD ini. Nurhayati sempat menanyakan siapa di antara anak-anak SD ini yang ingin menjadi anggota DPR. Ada sekitar 10 anak yang ingin menjadi anggota DPR mengacungkan telunjuknya.
"Banyak juga," tanggap Nurhayati.
(dnu/fjr)











































