Dandan Cantik, Para TKW di Suriah Antusias Pulang ke Indonesia

Dandan Cantik, Para TKW di Suriah Antusias Pulang ke Indonesia

- detikNews
Senin, 08 Des 2014 19:29 WIB
Dandan Cantik, Para TKW di Suriah Antusias Pulang ke Indonesia
dok. KBRI Beirut
Beirut - Selama tahun 2014, total ada 1.518 TKW asal Suriah yang berhasil dipulangkan ke Tanah Air. Mereka dibantu oleh KBRI di Beirut, Libanon, dalam proses pemulangannya.

Dalam rilis yang disampaikan KBRI Beirut, Senin (8/12/2014), para TKW itu sumringah saat bisa pulang ke Indonesia. Tidak ketinggalan mereka semuanya juga berdandan sebaik mungkin agar terlihat cantik saat tiba di kampung halaman.

Tak hanya proses pemulangan, KBRI Beirut juga membantu pengiriman gaji mereka melalui fasilitas pengiriman uang western union dan express money dari Libanon ke Indonesia bagi para WNI/TKW yang memiliki uang US Dollar dalam jumlah besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Fasilitas ini merupakan upaya dari KBRI Beirut untuk membantu mereka sehubungan dengan banyaknya laporan yang kami terima tentang TKW-TKW yang telah tiba di Tanah Air dipaksa oleh oknum di bandara Soekarno-Hatta untuk menukarkan uangnya dengan kurs rendah dibawah harga pasar hingga terjadinya aksi pemerasan dalam perjalanan darat dari bandara ke daerahnya masing-masing," jelas Dimas Samodra Rum, Dubes RI Beirut.

Ditambahkan Dimas, selama tahun 2014, KBRI Beirut juga berhasil meyakinkan pihak General Security (imigrasi Libanon) untuk tetap memberikan fasilitas bebas biaya visa masuk dengan masa tinggal 30 hari bagi para TKW program repatriasi asal Suriah yang seharusnya dikenakan sebesar US$33,3 per orang.

Lancarnya pemulangan para TKW oleh KBRI Beirut selama tahun 2014 ini tidak terlepas dari peran sentral KBRI Damascus dalam mengevakuasi mereka dari tempat kerjanya untuk kemudian ditampung di shelter KBRI Damascus, dan akhirnya diserahkan kepada KBRI Beirut untuk pemulangannya ke Indonesia.

Kini KBRI Beirut masih menampung 45 orang TKW asal Suriah dan akan segera dipulangkan. Selain 45 orang tersebut, KBRI Beirut juga tengah menampung 10 TKW asal Suriah yang masuk ke Beirut di luar program repatriasi, yakni mereka yang ikut majikannya mengungsi ke Beirut namun lama kelamaan saat berada di Beirut si majikan tidak lagi mampu membayar gaji maupun membelikan tiket kepulangan sehigga akhirnya diserahkan ke KBRI Beirut.

“Bahkan ada juga dari mereka yang diserahkan ke kita dengan diantar taksi sendirian didrop di depan gerbang kantor tanpa ditemani si majikan karena mereka takut pasti kita akan menahannya dan memaksa mereka untuk membayar sisa gaji dan tiket pulangnya ke Indonesia," tegas Charles M Somara, Pelaksana Fungsi Protokol Konsuler KBRI Beirut.

“Banyak diantara mereka diduga kuat adalah korban human trafficking yang terjadi sejak di Indonesia hingga negara tujuan”, tambah Charles.

Selain masalah gaji, mereka pun banyak yang berstatus overstay sehingga terkena denda ketenagakerjaan dari otoritas Lebanon akibat tidak diselesaikan sebelumnya oleh si majikan ketika telah lama berada di Beirut.

KBRI Beirut masih berupaya keras untuk menyelesaikan permasalahan ke-10 TKW tersebut agar mereka pun dapat segera pulang ke kampung halamannya sebagaimana teman-temannya dari Suriah yang telah pulang lebih dahulu melalui program repatriasi.

(mad/ndr)


Berita Terkait