"Mukernas yang akan tentukan PPP akan tetap di KMP atau keluar. Kalau KMP tidak amar ma'ruf nahi mungkar kita keluar," ungkap Dimyati usai konferensi pers di Kantor DPP PPP, Jl Diponegoro No 9, Jakpus, Senin (8/12/2014).
Pada Mukernas itu jugalah akan diambil keputusan apakah PPP akan ikut masuk ke KIH atau tidak jika PPP keluar dari KMP. Jika KIH dipandang tidak amar ma'ruf nahi mungkar maka PPP tidak akan bergabung dengan KIH. Meski begitu, segala keputusan masih mungkin terjadi.
"PPP itu fleksibel. Karena dulu ke KMP diputuskan lewat mukernas, kebijakan ini juga akan kita putuskan lewat mukernas. Mukernas dari pemerintah Presiden kita undang, Menkum HAM kita undang," kata Dimyati.
Akan ada 564 peserta dalam mukernas yang bertajuk 'Satu PPP untuk Indonesia' ini. Semua peserta baik dari DPP hingga Mahkamah Partai serta sayap partai disebut akan hadir dalam acara tersebut. Mukernas juga akan mengundang para ketua umum partai politik, pimpinan MPR/DPR, pimpinan fraksi, tokoh-tokoh masyarakat, dan juga tokoh-tokoh ormas agama.
"Mukernas akan dihadiri oleh seluruh pengurus DPP hasil muktamar 30 Oktober-1 November di Hotel Sahid Jakarta. Mukernas dimulai dengan pengukuhan dan pelantikan pengurus DPP PPP," tutupnya.
(ear/rmd)











































