Pasukan TNI yang Tak Terlibat Bentrok dengan Polri di Batam Jadi Raider

Pasukan TNI yang Tak Terlibat Bentrok dengan Polri di Batam Jadi Raider

- detikNews
Senin, 08 Des 2014 15:17 WIB
Pasukan TNI yang Tak Terlibat Bentrok dengan Polri di Batam Jadi Raider
Raider TNI AD
Jakarta -

Proses penyelidikan bentrokan antara anggota TNI AD Batalyon 134/Tuah Sakti dengan anggota Brimob di Batam berlanjut. Prajurit TNI yang terlibat bentrokan akan dipecat. Sedangkan anggota yang tak terlibat akan digembleng menjadi prajurit elite Raider.

"Pasti ada yang dipecat. Karena saya dapat laporan ada hal-hal yang memberatkan yang memungkinkan dia dipecat," kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo menjawab pertanyaan wartawan di Mabes TNI AD, Jl Veteran, Jakpus, Senin (8/11/2014).

Gatot mengatakan, saat ini proses penyelidikan bentrokan itu sudah rampung dan sudah memasuki proses penyidikan. Setelah penyidikan beres kasus itu akan masuk ke auditor militer dan pengadilan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang jelas TNI AD akan memisahkan prajurit yang benar-benar tidak ikut dalam kasus itu, mereka akan disekolahkan ke Pusat Pendidikan Pasukan Khusus Batujajar untuk latihan Raider. Yang terkena sanksi mengikuti proses hukum, tidak ikut (disekolahkan). Sehingga semua sudah dilatih mental segala macam, saat kembali dengan wajah baru satuan Raider," katanya.

Saat ditanya ada berapa banyak yang akan disekolahkan, Gatot menyatakan sekitar 500 orang. "Kalau yang dalam penyidikan ada sekitar 100 sekian," katanya.

Gatot mengatakan, nantinya satu batalyon itu akan diubah menjadi batalyon Raider dengan persenjataan yang lebih baik. "Iya satu batalyon jadi batalyon Raider. Dilengkapi dengan senjata yang
benar benar memiliki efek karena dia di perbatasan," katanya.

Berdasar Wikipedia, batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elite infanteri TNI. Sebagai kekuatan penindak, kekuatan satu batalyon raider (yonif/raider) setara tiga kali lipat kekuatan satu batalyon infanteri (yonif) biasa di TNI Angkatan Darat. Setiap batalyon raider terdiri atas 747 personel. Mereka memperoleh pendidikan dan latihan khusus selama enam bulan untuk perang modern, anti-gerilya, dan perang berlarut. Tiap-tiap batalyon ini dilatih untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat batalyon infanteri biasa. Mereka dilatih untuk melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari helikopter.

Dalam kesempatan itu, Gatot juga meluruskan bahwa Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Winston Simanjuntak tak dicopot terkait bentrok di Batam yang terulang dua kali itu. "Jadi Pangdam ini baru berumur 2 bulan, media menerimanya pangdam diganti. Benar Batam, tapi Batam I (yang diganti)," katanya.

(nal/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini