Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla telah mencapai hari ke-50 dan mulai memperlihatkan banyak dinamika. Namun tampaknya belum ada desain besar yang diungkap Jokowi soal pemberantasan korupsi.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam diskusi di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di Kalibata, Jakarta Selatan. Menurutnya, aksi pemberantasan dan pencegahan korupsi yang digalang Jokowi-JK masih bersifat sporadis.
"Masih bersifat sporadis, belum komprehensif, dia memang melakukan fokus yang lebih pada penghematan. Tapi kesan saya nggak ada desain besar yang sistematis, dia juga membuat satgas pemberantasan mafia migas. Tapi desain besarnya belum kelihatan," ucap Burhanuddin saat diskusi, Senin (8/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya 50 hari ini waktu yang cukup minimal jokowi tidak seperti elit lama. Minimal dia tidak menggendong dosa masa lalu, dia punya keberanian nyali dan sekaligus beban yang minimal juga," ucapnya.
Dalam diskusi itu hadir pula peneliti ICW Ade Irawan dan juga Romo Beni yang juga didapuk sebagai pembicara. Mereka memandang dalam rangka hari anti korupsi, seharusnya ada gebrakan yang dilakukan Jokowi dalam hal pemberantasan dan pencegahan korupsi.
(dha/ndr)










































