"Ya jelas Munas ini lebih akomodatif, karena lebih transparan menurut AD/ART," ujar Yusman di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Senin (8/12/2014).
Dia menyebut ada proses yang terkesan dipaksakan pada Munas IX yang digelar di Bali pekan lalu. Oleh karena itu dia memilih untuk hadir kali ini.
Sementara itu Aburizal Bakrie (Ical) yang terpilih kembali jadi Ketua Umun lewat Munas di Bali mengancam akan pecat pengurus DPD yang hadiri Munas Jakarta. Hal itu tak dikhawatirkan oleh Yusman.
"Saya tak takut dipecat. Takut itu sama Allah. Orang posisi sana dan sini (Ical dan Agung) kan sama-sama masih belum diakui Kemenkum HAM jadi tidak ada yang berhak pecat," imbuh Yusman.
Menurut Yusman peserta Munas Jakarta juga lebih representatif dan dihadiri seluruh wilayah. Proses pelaksanaannya pun lancar tanpa adanya keributan.
Hingga Munas ditutup oleh Agung Laksono, seluruh peserta menerima seluruh keputusan nyaris tanpa interupsi. Pada saat sambutan penutupan juga tak tampak peserta yang seliweran di ruang makan.
(bpn/van)











































