"Menurut pantauan (thunderstorm cell) terjadi di NTB, NTT, Jawa Timur sebelah timur dan Sulawesi Selatan," kata Kukuh Ribudianto, Kepala Sub bidang Cuaca Ekstrem BMKG, kepada detikcom, Senin (8/12/2014).
Kukuh mengatakan, thunderstorm cell ini mirip dengan awan Cumulonimbus. Saat terjadi thunderstorm cell maka akan disertai dengan kilatan petir dan juga angin kencang. "Ini hampir sama dengan Cumulonimbus dan tidak sama dengan apa yang terjadi di Filipina beberapa hari lalu. Yang terjadi di Filipina itu siklon tropis," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angin kencang ke depan sudah mulai berkurang, kalau hujan sudah lebih lama dan merata," katanya.
Kukuh menjelaskan, awan-awan hujan yang terjadi di Jakarta berasal dari Samudera Hindia, Selat Sunda dan juga sebelah barat Jawa. "Jadi lebih dominan dari tempat lain awan hujannya," katanya.
(nal/nrl)











































