"Di Bali rasanya mencekam, mungkin ada ancaman orang-orang yang mencari menang. Nggak tahu, suasananya mencekam," kata Kelik di arena Munas Jakarta di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (7/12/2014).
Kelik mengatakan forum Munas Jakarta yang dibuka sejak kemarin malam hingga memasuki sidang-sidang sejak pagi tadi berlangsung demokratis. Peserta bebas menyampaikan apapun yang jadi masukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sana pimpinan sidang seperti memaksakan diri, gedak gedok aja. Nggak seperti di sini, demokratis sekali. Di sini penuh rasa kekeluargaan dan kompetitif sekali," imbuhnya.
Kelik tak sendiri dari DPD II Purworejo. Ada total 15 pengurus dari DPD se-Provinsi Jawa Tengah yang disebutnya datang ke Munas Jakarta. Kelik tak khawatir dengan ancaman pemecatan yang disuarakan Ical sebagai ketua umum terpilih.
"Pecat memecat itu bukan sifat Golkar. Cari kader satu saja sulit, masa pecat-pecatan," ungkapnya.
Kelik menambahkan, Munas Bali menghalangi dia untuk bisa bersuara karena sudah didesain untuk aklamasi agar Ical terpilih lagi. Nah saat yang bersamaan, ada undangan Munas Jakarta sehingga ia memutuskan hadir.
Lalu siapa di caketum di Munas Jakarta yang akan didukung?
"Semua sudah teman lama, siapapun yang ada bagus semua itu," jawabnya merahasiakan pilihannya.
(bal/trq)










































