Ketua DPD II Wilayah Bali: Kalau Main Pecat, Golkar Turun di 2019!

Ketua DPD II Wilayah Bali: Kalau Main Pecat, Golkar Turun di 2019!

- detikNews
Minggu, 07 Des 2014 22:46 WIB
Ketua DPD II Wilayah Bali: Kalau Main Pecat, Golkar Turun di 2019!
Jakarta - Ketua DPD II Golkar Klungkung, Bali, Dewa Nida, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas penyelenggaraan Munas Bali yang menetapkan Aburizal Bakrie menjadi ketua umum secara aklamasi. Bukan karena Munas Bali tidak sah, Dewa kecewa karena banyak kader dan seniornya yang dipecat.

β€Ž"Pengarahan Aburizal (dalam Munas Bali), kalau nanti ada kader-kader ketua DPD ikut Munas tandingan saya akan bekukan. Kalau terus diancam begitu pecat memecat, Partai Golkar 2019 akan turun. Ya kasihanlah. Saya kader harapkan jangan ada pemecatan," kata Dewa Nida.

Hal itu disampaikan kepada wartawan di sela Munas IX versi Presidium Penyelamat, di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Minggu (7/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dewa yang juga panitia Munas Bali mengharapkan pecat-memecat itu juga tak dilaksanakan oleh Munas IX versi Jakarta. Dia menilai Munas ini sah dan lebih demokratis daripada Munas Bali yang menurutnya tatib sudah direkayasa lebih dulu.

"Aburizal ini nggak tahu kondisi di bawah, pecat memecat. Padahal mau jadi pengurus saja sudah syukur, malah dipecat," ujarnya.

"Setiap rapat (pengurus DPD), saya katakan terima kasih sudah hadir. Dia datang kan nggak dapat gaji, dipecat lagi. Kalau digaji terus dipecat ya boleh. Jadi, sudah jadi pengurus saja senang kita," imbuh Dewa.

β€ŽPNS yang non-aktif karena memilih berkiprah di Golkar itu menuturkan, seharusnya DPP bisa menghargai potensi kader bukan asal main pecat. "Sekecil apapun peran orang harus dihargai. Sekecil apapun kader punya potensi untuk cari suara tahun 2019," ucap Dewa.

"Saya sayangkan mestinya Aburizal memberikan penghargaan kepada kader yang sudah dongkrak suara Partai Golkar," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, ada 17 orang yang dipecat menurut Munas IX Bali oleh Aburizal Bakrie. Di antaranya, yaitu Priyo Budi Santoso, Agung Laksono, Agus Gumiwang, TB Ace Hasan, Nusron Wahid, Agun Gunanjar, dan Leo Nababan.

(bal/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads