"Sekarag sudah lahir generasi baru, generasi Twitter. Ada 14 juta pemilih Pemula. Mereka lahir 97-98, langsung saksikan suasana kebatinan hiruk pikuk politik, tidak pernah merasakan harmoni . Pada pemilu 2019 besok angka mereka berlipat. Dalam pandangan saya, kita harus berani bertiindak out of the box, jangan katak dalam tempurung. Jangan biasa-biasa saja.Kita harus berani buka pintu lebar untuk generasi pembaharu hasil gemblengan aktivis kampus," kata Priyo dalam forum pemaparan visi misi caketum di arena Munas IX Partai Golkar di Hotel Mercure Ancol,Jakarta, Minggu (7/12/2014).
"Momentum saya sebagai ketua umum untuk merekrut kehebatan-kehebatan ini yang saya sebut sebagai strategi lompatan besar yang saya canangkan sebagai ketua umum kalau saya dipercaya memimpin Golkar. Saya akan menggunakan energi melimpah untuk menggerakkan Golkar di seluruh Indonesia. Usia saya 48, puncak usia meledak-ledak," lanjut Priyo sembari memaparkan data-data dengan bantuan proyektor presentasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah kita diam saja dan meratapi nasib? Jawabannya adalah tidak! Kita pemberani, berani memutuskan dengan semua risiko. Suara kita akan menggoncang," kata Priyo menggebu-gebu.
Ketua Umum MKGR ini lantas menyindir janji ketum Golkar versi Munas Bali, Ical. Pada lima tahun kekuasaannya Ical pernah menjanjikan membangun DPP Golkar. Namun janji itu tak juga kunjung ditepati.
"Jika saya terpilih, saya tidak akan janji bangun gedung tinggi. Saya memantapkan diri saya untuk membesarkan partai, membangun kebersamaan dengan pemerintah kita yang sah dengan Pemilu yang sah," katanya.
Priyo kemudian menawarkan posisi ketua wantim Golkar untuk Agung Laksono, waketum Golkar untuk Agus Gumiwang Kartasasmita, dan menawarkan posisi terhormat untuk Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Kehormatan Golkar.
(van/vid)










































