Tim Forensik Autopsi Mayat PRT Korban Penganiayaan

Tim Forensik Autopsi Mayat PRT Korban Penganiayaan

- detikNews
Sabtu, 06 Des 2014 14:17 WIB
Tim Forensik Autopsi Mayat PRT Korban Penganiayaan
Medan - Tim forensik mengautopsi mayat Hermin Ruswidiawati, Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang tewas dianiaya majikannya. Proses autopsi berlangsung di dekat kuburannya di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).
 
Autopsi itu dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumut, Sabtu (6/12/2014). Pertama petugas membongkar kuburan korban, yang sebelumnya dimakamkan sebagai orang tak dikenal alias Mrs. X. Seterusnya, jenazah dibawa ke tempat pemeriksaan yang tak jauh dari makam di Taman Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Irian Ujung, Kabanjahe. Sejumlah ahli forensik pun langsung melakukan pemeriksaan.
 
Saat autopsi berlangsung, pihak keluarga yang turut menyaksikan. Anak kandung korban, Yengki Sutendi (32), meyakini bahwa jenazah yang diautopsi itu merupakan ibunya, Hermin Ruswidiawati.
 
"Itu ibu saya," kata Yengki dengan ekspresi sedih mendalam.
 
Usai diautopsi, jenazah kembali dimakamkan di lokasi berbeda. Salah satu anggota tim forensik Mistar Ritonga usai otopsi menyatakan ditemukan adanya tulang yang patah pada jenazah yakni tulang rusuk dan tulang dada. Patahnya tulang itu terjadi pada saat korban masih hidup.
 
Sebelumnya jenazah Ruswidiawati (54) ditemukan pada 31 Oktober di pinggir jalan di Barusjahe, Karo, sebagai orang tak dikenal. Pihak berwajib kemudian mengebumikan mayat tersebut karena tidak ada keluarga yang mengaku kehilangan.

Belakangan setelah terungkapnya kasus penganiayaan yang dilakukan tersangka Syamsul terhadap para PRT di rumahnya, diketahui ada PRT yang tewas dianiaya Syamsul di rumahnya Jalan Beo 17 dan mayatnya dibuang ke Karo.
 
Korban semula diidentifikasi sebagai Cici. Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian mendapati ternyata Cici masih hidup, dan korban yang tewas tersebut adalah Ruswidiawati yang merupakan kakak kandung Cici. Saat akan bekerja sebagai PRT Ruswidiawati menggunakan kartu identitas milik Cici karena KTP-nya hilang.
 
Ada dugaan PRT yang tewas dianiaya Syamsul dan keluarganya tidak hanya satu. Penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi itu masih dilakukan.

(rul/aan)


Berita Terkait