Warga Libur Idul Adha 2 Hari, Meulaboh Relatif Sepi
Jumat, 21 Jan 2005 19:31 WIB
Meulaboh - Suasana kota Meulaboh, Aceh relatif sepi. Nyaris tidak ada aktivitas perekonomian. Rupanya sudah jadi budaya warga Aceh untuk tidak melakukan apa-apa selagi libur merayakan Idul Adha yang diperingati di Aceh selama 2 hari.Meski demikian warga cukup bersemangat mengikuti peringatan Idul Adha di sejumlah masjid yang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban. Kondisi masjid kebanyakan masih bagus meski kena terjangan tsunami pada 26 Desember lalu.Masjid Al Azhar di Dusun Ujung Berasok di kecamatan Johan Pahlawan Meulaboh misalnya. Sebanyak 1 sapi dan 1 kerbau dikurbankan untuk dibagikan kepada para pengungsi.Dusun ini memang tidak terkena tsunami sehingga dijadikan tempat pengungsian. Menurut tokoh kampung AM Yassin, ada sekitar 3.300 orang yang mengungsi di Dusun Ujung Berasok."Tapi setelah ada posko-posko, para pengungsi diminta ke sana agar mereka mendapat bantuan. Tempat sih tidak jauh dari sini," katanya kepada detikcom, Jumat (21/1/2005).Dijelaskan Yassin, sudah jadi budaya warga Aceh untuk tidak melakukan aktivitas seperti melaut atau berjualan saat Idul Adha, pasar pun tidak buka. "Biasanya sampai dua hari. Warga hanya berada di dalam rumah sambil mengunjungi rumah saudara," urainya.Cuaca kota Meulaboh cerah, tidak ada awan mendung, apalagi rintik hujan. Namun warga Aceh tetap memilih berdiam diri di tempat pengungsian atau di rumah setelah menunaikan salat Id dan salat Jumat.Meski demikian, beberapa rumah makan tampak buka. Namun pemiliknya kebanyakan bukan orang Aceh. Sementara bau mayat yang sudah membusuk masih tercium.Beberapa toko juga ada yang buka seperti toko onderdil Bintang Motor yang berada 1 km dari bibir Pantai Ujung Karang Meulaboh. Pemilik ruko berlantai 3 yang bernama David Lee mengaku sudah mulai membuka tokonya sejak 5 hari sesudah bencana tsunami."Toko saya ini toko pertama yang buka di Meulaboh pascatsunami. Kalau tidak buka, masyarakat susah mencari barang onderdil. Saya sekeluarga selamat. Saat gempa kami sedang di dalam toko. Lima belas menit setelah gempa, air sudah mulai masuk ke dalam kota. Saya bersama 5 orang keluarga saya langsung naik ke lantai tiga untuk menyelamatkan diri," urainya.
(sss/)











































