Politisi yang juga Wakil Ketua Umum Golkar itu mengakui pada awal masa bakti periode 2014 - 2019 itu mesti dilalui dengan dinamika politik yang tinggi.
"Ada dinamika politik yang tinggi. Tapi, hal ini harus disikapi sebagai proses menuju kematangan berdemokrasi," kata politisi yang akrab disapa Setnov itu di ruang sidang paripurna Nusantara II, komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semangat islah dari persoalan ini menggambarkan adanya kesadaran dari anggota dewan yang mewakili amanah rakyat.
"Semangat ini telah tertanam dan tumbuh sehingga mendorong semangat untuk bekerja dalam rangka mengemban amanah konstitusi. Kesadaran ini menjaga amanah dari konstituen," sebut mantan bendahara umum Golkar itu.
Dia pun berharap agar islah ini bisa dilakukan secara permanen agar mewujudkan DPR yang modern dengan beberapa indikator seperti parlemen yang mudah diakses publik, parlemen berbasis informasi dan teknologi, serta parlemen yang berfungsi sebagai lembaga perwakilan rakyat.
"Selanjutnya DPR ke depan harus transparan dan akuntabel serta mampu memperjuangkan kepentingan rakyat dengan tiga fungsinya yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan," paparnya.
Dalam paripurna ini, hadir 281 anggota dari total 555 anggota dewan DPR. Selain Ketua DPR Setya Novanto, ada Wakil Ketua DPR seperti Taufik Kurniawan, Fadli Zon dan Agus Hermanto yang ikut memimpin rapat.
(hat/mpr)











































