Saatnya GAM dan Pemerintah Akhiri Konflik Senjata
Jumat, 21 Jan 2005 08:33 WIB
Banda Aceh - Katib salat Idul Adha di Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Ibrahim Hasan, meminta pemerintah dan GAM untuk menghentikan konflik bersenjata. Dua pihak itu bersama masyarakat harus bahu-membahu membangun Aceh yang sudah hancur akibat tsunami. "Sudah saatnya pihak bertikai menurunkan ketegangan-ketyegangan dengan cara mencari solusi yang terbaik, menarik diri dan tidak melakukan apapun selama pasca tsunami." Demikian urai Hasan dalam ceramahnya di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (21/1/2005)."Apa yang terjadi di Aceh merupakan musibah yang perlu menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia," ujar mantan gubernur Aceh ini. Menurutnya, setelah bencana ini jumlah penduduk Aceh sudah berkurang dari angka 3 juta. "Saat ini jumlah perempuan dan anak-anak lebih dominan. Apalagi banyak kaum pria di Aceh yang menjadi korban dan juga eksodus ke luar Aceh," tukasnya.SBY Serahkan Hewan KurbanUsai pelaksanaan salat id, acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban secara simbolis dari Presiden SBY kepada panitia. Jumlah hewan kurban di masjid ini sebanyak 89 ekor sapi dan 567 ekor kambing. Hewan kurban tersebut antara lain berasal dari Presiden SBY 2 ekor sapi, Wapres Jusuf Kalla 2 ekor sapi, KSAD 5 ekor sapi, Kapolri 4 ekor sapi, Abdullah Puteh 1 ekor sapi, keluarga cendana 5 ekor sapi. Selain itu, SBY juga secara simbolis melakukan penanaman pohon kurma di halaman masjid.
(ton/)











































