Bantuan Asing ke Aceh Luar Biasa
Kamis, 20 Jan 2005 19:57 WIB
Medan - Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengaku tidak menyangka besarnya perhatian negara-negara sahabat terhadap musibah gempa dan gelombang tsunami yang menimpa Aceh dan Sumatera Utara. Bahkan, bantuan yang di berikan negara tetangga untuk bencana sudah membuat rekor tersendiri.""Bahkan, negara yang rakyatnya bisa dikatakan berada di garis kemiskinan berusaha memberikan bantuan sumbangan semampu yang mereka bisa."Demikian kata Hassan kepada wartawan usai mendampingi Presiden SBY di Pangkalan TNI-AU Polonia, Medan, Kamis (20/1/2005)."Presiden Timor Leste Xanana Gusmao juga berencana bertemu Presiden untuk menyampaikan bantuan pada pekan depan," tukasnya.Menurutnya, hampir seluruh negara di belahan benua Eropa dan Afrika menunjukkan keinginan untuk membantu. Meski, lanjut dia, sebagian diantaranya terpaksa ditolak. "Mesir misalnya yang akan membantu menyediakan ahli bedah otak tapi kita menyatakan sejauh ini belum dibutuhkan ahli medis seperti itu. Akhirnya kita koreksi," tandasnya.Hassan menambahkan, ada juga bantuan dari negara lain yang ditolak secara tegas. "Bantuan yang ditawarkan Israel dan Taiwan terpaksa kita tolak karena kita tidak ada hubungan birateral dan dikhawatirkan akan menggangu.""Bantuan kan tidak hanya barang, doa juga sudah merupakan bantuan," kata Hassan sambil tersenyum.
(ton/)











































